Energy

Permen No.12/2017 Berpotensi Disinsentif Bagi Investasi

img title

Jakarta, petroenergi.id - Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12 Tahun 2017 berpotensi menjadi disinsentif bagi investasi pengembangan listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Menurut Pri Agung Rakhmanto, pendiri ReforMiner Institute,  permen tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik tersebut secara makro tampak seperti antiklimas dari keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan EBT.

Padahal, kata Pri, dalam beberapa tahun terakhir keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan EBT sudah terlihat. Hal ini didasarkan pada  alokasi anggaran untuk Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM yang meningkat sejak 2015-2016, meski di 2017 turun sedikit.

Untuk tahun anggaran 2017, anggaran yang dialokasikan untuk Ditjen EBTKE masih tetap terbesar kedua setelah Ditjen Migas. Dari total pagu anggaran Rp 7,3 triliun, 19,3%-nya dialokasikan untuk Ditjen ETBKE, sedangkan Ditjen Migas 36,8%.

Selama tujuh tahun terakhir, seperti disampaikan Pri beberapa waktu lalu di Jakarta, setiap tahun produksi EBT rata-rata naik 9,9  persen, sebagian besar berasal dari tenaga air, panas bumi, dan bioenergi. (san*)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category