Other

Perlukah Pemerintah Evaluasi pre-FEED  Blok Masela

img title

Jakarta, petroenergy.id - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan pemerintah berhahak mengevaluasi desain awal awal (pre-FEED) Blok Masela selama proses itu belum diyakini benar oleh pemerintah.

“Benar, tidak atau telah sesuai standar internasional apa tidak, proses ini yang akan kami evaluasi” kata Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat kemarin.

Tahap pre-FEED ini, kata dia dilakukan untuk menentukan alokasi gas Masela dan lokasi kilang. Saat ini ada perbedaan pandangan mengenai dua hal tersebut sehingga harus mencari titik temu.

Menurutnya, untuk alokasi gas ada dua opsi. Pertama, Inpex menginginkan gas Masela sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) untuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dan gas pipa sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Namun,  pemerintah ingin, porsi LNG lebih sedikit yaitu 7,5 mtpa , akan tetapi gas pipa untuk dalam negeri diperbanyak menjadi 474 mmscfd.  

Arcandra Tahan menambahkan, tidak hanya mengenai alokasi gas, namun penentuan lokasi kilang Blok Masela juga ada beberapa opsi, antara lain di Yamdena dan Aru. Jarak Blok Masela dengan Pulau Yamdena sepanjang 183 kilometer (km) dan Aru berjarak 512 km dengan Blok Masela. 

Dijelaskan pula untuk memulai kajian tersebut ada pada keputusan kepada Inpex. Pastinya, pemerintah berharap perusahaan asal Jepang itu bisa memulai secepatnya dan semurah mungkin biayanya. “Kapan dia mulai, pemerintah buka diri untuk percepat prosesnya,” kata Arcandra Tahar. mk

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category