Maritime

Perlindungan Lingkungan Maritim Melalui Pandu

img title

Bogor, petroenergy.id - Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengatakan, tenaga pandu yang memenuhi kualifikasi dan sertifikasi merupakan persyaratan pokok dan mutlakyang harus dipenuhi bagi penyelenggaraan pemanduan.

Hal itu dikatakan Dirjen dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Sub Direktorat Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Capt. Yohsua P. S. I. Anthonie, MM, pada pembukaan kegiatan Pelatihan Pandu Tingkat II Angkatan XXXIX Tahun 2017 di Kampus I PT. Pendidikan Maritim dan Logistik, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/3/2017).

"Penyelenggaraan diklat pandu secara berkesinambungan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi para pelaut nautika yang memenuhi persyaratan untuk turut bergabung menjadi pandu,” ujar Tonny.

Mereka nantinya membantu menciptakan keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim serta kelancaran berlalulintas di perairan, pelabuhan terminal khusus maupun perairan tertentu guna mewujudkan zero accident pada sistem transportasi laut.

Tonny berharap pelatihan ini dapat menghasilkan SDM pandu yang benar-benar profesional, handal, serta berdedikasi tinggi yang berbasis kompetensi. Adapun beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh para tenaga pandu antara lain kompetensi akademik, kompetensi profesional, kompetensi nilai dan sikap, kompetensi pemahaman lingkungan dan budaya setempat untuk menghadapi perubahan.

Pandu adalah salah satu petugas pelaksana fungsi keselamatan pelayaran sekaligus sebagai ujung tombak yang memberikan pelayanan terhadap kapal-kapal secara wajar dan tepat waktu sesuai sistem dan prosedur yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pandu dilakukan dengan metode pelayanan “No Service No Pay. Artinya,  pemanduan dilaksanakan oleh pandu berada di atas kapal dengan waktu pelayanan dan penggunaan sarana bantu pemanduan yang tepat, cepat & aman.​

Kegiatan diklat selama lima bulan ini diikuti 74 peserta yang pelaksanaanya terbagi menjadi 2 (dua) tahap. Tahap I diikuti 40 siswa yang berasal dari perwakilan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelindo I, PT. Pelindo II, PT. Pelindo IV, PT. Trans Pacific Petrochemical Tuban, PT. Krakatau Bandar Samudera, dan PT. Adiguna Putera.

Tahap II akan diikuti 34 siswa yang berasal dari perwakilan PT.Pelindo III, PT. Arutmin Indonesia, dan PT. World Terminalindo. (san)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category