Oil & Gas

Penyerahan Persetujuan Prakualifikasi FEED OLNG dan FPSO Proyek Masela

img title

Petroenergy.id, Jakarta - Dalam rangka memastikan selesainya proyek Masela sebagai salah satu proyek strategis nasional dapat selesai sesuai jadwal yaitu mulai berproduksi pada kuartal pertama tahun 2027, SKK Migas terus melakukan berbagai upaya untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut.

Blok abadi Masela yang memiliki kandungan gas mencapai 18,5 triliun cubic feet (TCF) dan investasi antara US$ 18,5 miliar sampai dengan US$ 19,8 miliar adalah proyek investasi terbesar sejak Indonesia merdeka. Oleh karena itu Pemerintah dan berbagai pihak memandang proyek ini sebagai upaya membangun kapasitas nasional untuk menuju Indonesia Maju.

Setelah penandatanganan POD pada bulan Juli 2019, telah dilakukan beberapa kali koordinasi secara intens dengan Inpex serta dibentuk tim internal SKK Migas untuk dapat lebih melakukan koordinasi antar unit terkait di SKK Migas, memantau dan memastikan setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana, serta menghilangkan berbagai hambatan yang ada.

Pada Senin, 4 Nopember 2019, telah diserahkan ke Inpex Masela persetujuan Prakualifikasi untuk FEED OLNG dan FPSO oleh Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas. Pada kesempatan tersebut, Deputi Pengendalian pengadaan menegaskan kembali kepada Inpex Masela terkait dengan proyek yang dapat menciptakan multiplier effect sesuai arahan Presiden untuk mendorong tumbuhnya industri di dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja bagi, secara khusus masyarakat lokal di area proyek. Sebagai informasisaat pembangunan proyek Masela diperkirakan akan menyerap sekitar 30.000 tenaga kerja, langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang mencapai 26%, dengan investasi sebesar antara US$ 18,5 miliar – US$ 19,8 miliar akan memberikan multiplier effect secara ekonomi dan peningkatakan kapasitas industri nasional sebesar antara US$ 4,8 miliar sd US$ 5,1 miliar.

Sehubungan dengan akan selesainya proyek Masela di tahun 2027 diharapkan dapat diikuti dengan meningkatnya kapasitas dan kinerja industri dalam negeri yang tidak hanya mampu bersaing dalam pasar domestik semata, dengan adanya proyek Masela diharapkan kapasitas dan daya saing industri dalam negeri dapat memasok kebutuhan pasar global di sektor migas. Dalam konteks peningkatan kualtias SDM nasional, sebagaimana yang menjadi fokus Pemerintah, maka dengan adanya proyek Masela dapat terjadi transfer teknologi dan pengetahuan, sehingga dimasa mendatang SDM nasional semakin memiliki kapabilitas untuk mendukung Pemerintah dalam mengembangkan potensi migas di laut dalam yang masih memiliki potensi yang sangat besar.

Untuk itu, keterlibatan asosiasi dan pelaku usaha nasional menjadi penting, dan diharapkan Inpex dapat terus mensosialisasikan proyek Masela ke berbagai stakeholders terkait agar target TKDN 26% dapat tercapai dengan kualitas sesuai standar yang telah ditetapkan. {str]SKKMigas

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category