Other

Penghambat RUU Migas Di DPR, 10 Fraksi Beda Pandangan

img title


Jakarta, PetroEnergy.id -- Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI Dari Fraksi Golkar, Satya W Yudha menyatakan diantara penghambat lambannya pembahasan UU Migas di DPR dikarenakan 10 Fraksi yang ada berbeda pendapat. "Beda pendapatnya antara lain soal mineral right, pembentukan BUMN Khusus dan sebagianya.Tiap Fraksi ada pandangan sendiri jadinya ini yang membuat lamban." kata Satya dalam acara FGD Konsorsium Migas dan Kelautan di Kampus Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat, 7 September 2016.

Selain itu ada beda pandangan soal skema tata kelola migas, apakah tetap menggunankan rezim PSC atau ditambah dengan skema lain."Status sekarang sudah disiapkan draft RUU nya untuk masuk selanjutnya masuk ke sidang Pleno," tambah Satya. Namun Satya tak mau mengungkap lebih rinci perbedaannya setiap Fraksi.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyatakan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi terkait poin-poin RUU Migas ini bersama Pemerintah. "10 fraksi di DPR telah memberikan masukan berkaitan dengan revisi UU Migas. Selanjutnya akan disusun oleh Dewan Keahlian Sekretaris Jenderal DPR supaya dijadikan rancangan undang-undang (RUU). " katanya kepada wartawan belum lama ini di Jakarta.

Kurtubi menuturkan diantara poin-poin penting RUU adalah menyerahkan kuasa pertambangan kepada perusahaan migas nasional, yakni Pertamina tidak lagi diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau SKK Migas. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category