Investment

Penggunaan Energi Terbarukan Harus Lebih Memasyarakat

img title

Jakarta, PetroEnergy -- Terbatasnya pasokan energi di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat seharusnya menjadi perhatian utama dari semua kalangan untuk berusaha menciptakan inovasi baru dari sumber-sumber energi alternatif yang ada di Indonesia seperti dari tenaga air, biogas, angin, panas bumi dan lain-lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang BUMN, Adi Satria Sulisto dalam seminar yang bertemakan mendorong peran serta masyarakat dalam penggunaan energi baru dan terbarukan yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Perusahaan Perdagangan
Indonesia (PPI) di Jakarta, Kamis, (21/4/2016).

“Penggunaaan energi baru dan terbarukan dalam skala kecil sekalipun bisa berguna untuk masyarakat, terutama di pedesaan. Banyak akses terhadap energi masih terbatas, listrik juga masih minim, sehingga memang diperlukan inovasi-inovasi bagaimana mengatasi masalah energi kita. Tentunya pengembangan energi baru dan terbarukan harus terus kita kembangkan. Kita juga mengharapkan ke depan, kita bisa lebih mandiri dalam pengadaan energi,” Papar Adi.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Mumpuni mengatakan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan perlu melibatkan peran serta masyarakat agar keberlangsungan proyek pengadaan energi yang telah dibangun bisa terjaga dan berkembang lebih jauh.

“Teknologi harus dibawa sedekat mungkin dengan kemampuan masyarakat. Sumberdaya lokal harus diubah menjadi kontribusi lokal,” ungkap Tri Mumpuni.

Saat ini, pihaknya mengaku tengah mengembangkan pembangkit listrik berbasis kemampuan masyarakat. Menurutnya, mengedukasi dan melibatkan peran masyarakat membutuhkan kesungguhan dan pendampingan yang efektif.

Menurutnya, dengan tersedianya energi di daerah-daerah diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dimana sumber-sumber alternatif energi itu berada. Senada dengan Adi, Tri Mumpuni juga mengatakan, dalam proses pengembangan energi terbarukan tidak harus dimulai dari skala besar yang
biasanya dikelola oleh swasta besar.

“Tidak perlu dalam skala besar saja yang diperhatikan. Kecil juga bisa bermanfaat. Indonesia itu ring of fire, geothermal ada dimana-mana, sungai ada dimana-mana. Sekarang bagaimana kita mengambil manfaat itu bagi kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kekuatan ekonomi baru di daerah
itu,” jelas dia.

Direktur Utama PT PPI, Dayu Padmara Rengganis mengatakan, masyarakat seharusnya tidak hanya menjadi objek dalam pengadaan energi, tetapi bias juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Menurutnya, setiap orang bisa menjadi duta besar yang baik dalam mensosialisasikan energi. PPI bersama Kadin secara kongkrit akan melakukan
strategi penerapan teknologi di bidang Energi baru dan terbarukan.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category