Oil & Gas

Pengembangan Masela Akan Dibuat Terintegrasi

img title

Jakarta, Petroenergy --Setelah Blok Masela diputuskan untuk dibangun di darat, muncul beberapa hal yang patut menjadi perhatian para pemangku kebijakan. Salah satunya adalah terkait ketersediaan tenaga kerja yang akan mengelola penambangan dan produk turunannya. Paradigma lama dalam penambangan selama ini adalah penambangan di Indonesia dan pengolahan dilakukan di luar negeri.

"Selama ini kan sedot gas ekspor, tambang mineral ekspor, nah kita gak mau lagi seperti itu. Kita mau setelah di tambang, kita bukan hanya pakai untuk gas saja tapi juga untuk industri pupuk, petro kimia dan terutama bisa meningkatkan kualitas rakyat sekitar," kata Rizal, di Kemenko Maritiim Jakarta, Selasa (19/4).

Dari segi ekonomis, jika hanya ekspor gas, Indonesia mendapatkan US$ 2,5milyar. "Tapi jika ditambah dengan ekspor produk turunannya dan multiplier efek, maka Indonesia bisa mendapatkan US$ 8milyar," ungkap Rizal.

Pemerintah ingin menciptakan suatu wilayah terintegrasi dalam pengelolaan Blok Masela ini. Diprediksi, akan dibutuhkan sekitar 380ribu tenaga kerja dalam proyek Blok Masela ini. "Untuk mendukung hal ini, kami memproyeksikan untuk membangun universitas dan politeknik guna mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja," papar Rizal.

Rizal memaparkan bahwa minggu depan, akan ada tim yang berangkat ke Serawak untuk melihat proyek penambangan gas yang sifatnya integrated. "Kita akan mempelajari bagaimana caranya dan tenaga kerja apa saja dan kapan saja dibutuhkannya," kata Rizal.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category