Oil & Gas

Pengembangan Fasilitas Madura BD dan Cikarang Tegal Pacing, Terganjal Pembebasan Lahan

img title

Jakarta, petroenergy.id - Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan mengatakan, setidaknya dua lapangan migas, Madura BD dan Cikarang Tegal Pacing, sesuai dengan target SKK Migas yakni, berproduksi pada kuartal pertama tahun ini. Diperkirkan akan onstream kuartal pertama 2017, sekitar bulan Maret 2017.

Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus, menjelaskan dua apangan migas, Lapangan Madura BD dan Cikarang Tegal Pacing yang, saat ini masih dalam tahap penyelesaian fasilitas produksinya. "Karena pipa hilirnya belum selesai pembebasan lahannya," kata Taslim kepada wartawan pekan lalu.

Saat dikonfrmasi, Taslim belum bersedia menjelaskan lebih detail penyebab masalah hambatan pembebasan lahan tersebut.

Operator Blok Madura BD adalah Husky Oil di Blok Madura Strait, saat mulai berproduksi. Lapangan ini akan menghasilkan minyak sebesar 5.980 barel per hari (bph) dan gas 100 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Sedangkan Lapangan Cikarang Tegal Pacing yang juga dijadwalkan beroperasi pada kuartal I-2017, dioperatori oleh PT Pertamina EP. Berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, Cikarang Tegal Pacing tidak menghasilkan minyak, tapi memproduksi gas sebesar 14 mmscfd.

Selain dua lapangan tersebut, SKK Migas juga memperkirakan beberapa lapangan migas akan berproduksi tahun ini. Dua lapangan di antaranya adalah Lapangan Jangkrik dan Jangkrik NE di Blok Muara Berau, yang diharapkan berproduksi pada Juli mendatang.

Lapangan Jangkrik akan memproduksi minyak sebesar 200 bph dan gas sebesar 142 mmcsfd. Sementara dalam produksi awalnya,Lapangan Jangkrik NE akan menghasilkan gas alam sebanyak 60 mmscfd. Alhasil, jika ditotal keempat proyek migas tersebut dapat menyumbangkan produksi minyak sebesar 6.180 bph. Sedangkan produksi gasnya sebanyak 316 mmscfd. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category