Energy

Pencapaian Realisasi Proyek Listrik 35 Gw Mulai Diragukan

img title

 


Jakarta, PetroEnergy.id -- Setelah dulu Mantan Mentri Koordinator Martitim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan pesimis atas kesuksesan proyek pembangkit listrik 35.000 Mw. Sekarang giliran Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Mineral Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan hal yang sama.

"Saya pesimis target realisasi Program Kelistrikan 35 GW. Mungkin program itu hanya bisa dicapai maksimal 20 GW." ujar Luhut kepada para wartawan di Auditorium Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Untuk itu, Luhut berencana dalam waktu dekat akan melakukan verifikasi berapa persen yang mampu dicapai menjelang 2019. " Proyek 35 GW ini kita ingin hitung yang persis selesai tahun 2019 berapa GW, dan berapa yang ter 'construction'? Tapi mungkin ada 10 GW yang under construction. Jadi mungkin yang selesai hanya sekitar 20 GW yang sudah COD," jelas Luhut.

Hampir senada, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi juga melihat adanya kesalahan mekanisme kebijakan yang dilakukan Pemerintah dalam program pembangunan listrik 35 GW, sehingga DEN menilai program yang ditargetkan rampung 2019 itu mengalami keterlambatan dalam pencapaiannya.

"Hal yang membuat fatal kegagalan proyek ini karena pemerintah memberikan sebagian besar pembangunan kepada pihak swasta atau independent power producer (IPP)." ujarnya dalam acara yang sama.

Dengan dominasi swasta maka tender akan lebih lama. Ditambah lagi masalah pembebasan lahan dan 30 persen titik-titik koordinat lokasi yang belum diketahui.

"Sebab apabila swasta yang membangun, justru semakin memperlambat, karena perlu adanya waktu tender Power Purchase Agreement (PPA) dan selain itu harus tunggu 'Financial Closing' dulu baru membebaskan lahan," tuturnya.

Ditambah lagi apa yang dilakukan oleh Pemerintah itu berlangsung tanpa disadari. Menurutnya langkah yang tepat seyogyanya, Pemerintah tegas mendorong permodalan PLN, agar mempunyai kemampuan keuangan dalam membangun 100% dari mega proyek tersebut. "Harusnya kalau bisa 100% dibangun PLN ini akan lebih cepat," ujar Rinaldy.

"Saya ika proyek 35 Gw tidak bisa selesai jelang 2019, maka akan terjadi krisis kelistrikan." tandasnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category