Energy

Pemerintah Terus Berupaya Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

img title

petroenergy.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan energi yang adil, yang bertujuan untuk memberikan akses yang sama terhadap energi bagi masyarakat Indonesia, melalui pengembangan infrastruktur energi dan mengoptimalkan potensi sumber energi lokal dengan ketersediaan yang terjamin, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana pada Indonesian-German Renewable Energy Day di Jakarta, Rabu (21/11).

"Untuk mewujudkan itu, Pemerintah melakukan upaya terbaik, di antaranya meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 99,9% pada 2019 dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan untuk menjamin keberlanjutan dan keterjangkauan energi," lanjut Rida.

Rida juga menambahkan bahwa pada periode 8 tahun terakhir, rasio elektrifikasi sudah meningkat dari 67,2% menjadi 98,05%, dengan bauran energi untuk pembangkit listrik sebagian besar dari energi fosil.

"Selama periode 2010 hingga 2018, rasio elektrifikasi meningkat dari 67,2% menjadi 98,05%. Namun bauran energi utama untuk pembangkit listrik masih didominasi oleh energi fosil, dengan batubara sebesar 58,64%, gas 22,48%, minyak 6,18%, dan energi terbarukan sekitar 12,71%," jelas Rida.

Selain itu, untuk mencapai target 23% energi baru dan terbarukan (EBT) pada bauran energi tahun 2025, Rida mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia memerlukan dukungan dan kerja sama dari negara-negara yang telah maju dalam pengembangan energi terbarukan.

"Kami menyadari bahwa untuk mencapai target yang ditetapkan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak diperlukan, termasuk dari negara-negara yang telah maju dalam pengembangan energi terbarukan. Dukungan tersebut dapat berupa pendanaan, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas, dan masukan untuk pengembangan kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Jerman adalah salah satu mitra penting bagi Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan. Kerja Sama antara Indonesia dan Jerman di sektor energi terbarukan sudah sangat lama dan berjalan sangat baik selama 25 tahun," tandasnya.

Kedepan, Rida berharap program kerja sama antara Indonesia dengan Jerman dapat membantu Pemerintah Indonesia dalam mengatasi tantangan pengembangan EBT di Indonesia. "Saya berharap program kerjasama Indonesia-Jerman dapat membantu kami mengatasi tantangan dalam mengembangkan energi terbarukan dan meningkatkan kapasitas kami untuk mencapai target terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025," pungkas Rida.

Pada kesempatan tersebut, Rida juga menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), antara AESI (Asosiasi Energi Surya Indonesia) dan PPLSA (Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap) dengan BSW (Bundesverband Solarwirtschaft e.V.) dari Jerman yang bergerak pada pengembangan PLTS Atap/rooftop. MoU tersebut adalah langkah awal perencanaan kerjasama lebih lanjut antara Asosiasi Indonesia dan Jerman terkait peningkatan kapasitas SDM asosiasi, pengembangan pedoman standar keselamatan & penerapan teknologi serta advokasi dalam kebijakan, peraturan dan insentif energi terbarukan. (Mk)




ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category