Oil & Gas

Pemerintah Siapkan Cluster Virtual Pipeline

img title


Jakarta, petroenergy.id-- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), IGN Wiratmaja Puja menyatakan bahwa Pemerintah sedang menyiapkan skema distribusi gas dengan cara virtual pipeline untuk laut dalam dengan pertimbangan jika memakai jaringan pipa gas bawah laut akan sangat mahal investasinya. Sistem ini bisa pakai sistem mill run dan second hub pipeline didukung oleh kapal FRU, FSU, FSRU dan LNG vessel.

"Ini adalah program infrastruktur terintegrasi agar kebutuhan gas untuk listrik bagi industri, smelter dan rumah tangga tidak jalan sendiri-sendiri. Skema ini bisa melakukan banyak efisiensi," kata dia belum lama ini di acara Forum Energizing Indonesia ILUNI Universitas Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta.

Nantinya akan ada empat lokasi yaitu; satu di Natuna untuk Indonesia Barat dan tiga cluster untuk Indonesia Timur diantaranya ; Cluster Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Cluster ini, lanjut Wirat, disiapkan bagi investori swasta bekerjasama dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). 

"Pemerintah yang menjamin alokasi gas untuk digunakan di cluster tersebut dan cluster ini akan dilelang silahkan investor membentuk konsorsium bekerjasama dengan BUMN  nanti," katanya.

Wirat menjelaskan, keempat Cluster Virtual Pipeline ini diantaranya akan dialokasikan gas sebesar;

Cluster I :  Pembangkit; 138 MMSCFD (630 MW), Rumah Tangga; 1 MMSCFD.
Cluster II : Pembangkit; 130 MMSCFD (875 MW), Smelter; 100 MMSCFD, Rumah Tangga; 1 MMSCFD, Industri ; 55 MMSCFD.
Cluster III : Pembangkit; 183 MMSCFD (1750 MW), Smelter; 100 MMSCFD, Rumah Tangga; 1 MMSCFD.
Cluster IV: Pembangkit : 49 MMSCFD, (495 MW) dan Rumah Tangga MMSCFD.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category