Other

Pemerintah Serius Implementasikan Mobil Listrik

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menjelaskan bahwa mobil listrik akan membawa banyak manfaat. Impor bahan bakar minyak (BBM) bakal sangat berkurang kalau mobil-mobil konvensional diganti mobil listrik, dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8).


"Banyak sekali manfaatnya kalau kita memaksimumkan penggunaan mobil listrik di sini. Larinya adalah ke penghematan BBM. Kalau mobil listrik totally enggak pakai BBM," jelas Rida seperti mengutip lama ebtke.esdm.go.id.

Manfaat lainnya, tentu polusi udara berkurang karena mobil listrik tak menghasilkan asap karbon. "Poin kedua adalah konservasi. Ujung-ujungnya mungkin enggak perlu ngebor minyak lagi, juga ada penurunan emisi gas rumah kaca," tukasnya.

Emisi gas rumah kaca akan makin rendah kalau pasokan listrik untuk mobil listrik juga dihasilkan dari energi non fosil. Kalau listriknya dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara, tentu masih banyak polusinya.

Tapi kalau dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), lingkungan makin lestari."Akan makin indah kalau kita menggunakan end to end energi terbarukan, listrik untuk mobil listrik juga dari renewable energy. Misalnya listriknya dari PLTA, mobilnya pakai listrik," ungkap Rida.

Pada Kesempatan lainnya Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan "Sesuai dengan arahan Bapak Presiden itu, kita sudah harus mulai mengadopsi kehadiran mobil listrik di jalan-jalan raya di Indonesia. Misalnya Prancis itu sudah melarang mobil non listrik di jalan raya pada tahun 2040.

Inggris juga sama. Pokoknya tidak adalagi penjualan mobil di wilayah Inggris Raya berbahan bakar hydrocarbon tetapi berbahan bakar listrik. Di Indonesia juga segera dimulai dengan menugaskan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membuat Keputusan Presiden (Keppres) yang intinya supaya mobil listrik itu bisa segera ada," demikian diutarakan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan usai menghadiri acara The 7th Asian Youth Day, malam ini , Sabtu (5/8).

Kehadiran mobil listrik menurut mempunyai tiga keuntungan pertama mengurangi emisi gas buang, kedua membuat udara lebih bersih dan yang ketiga mustinya ini modernisasi sehingga kita mempunyai pilihan apakah tetap menggunakan mobil berbahan hydrocarbon atau menggunakan listrik. "Kalau menurut saya menggunakan mobil listrik emisinya nol, polusinya engga ada. Kita tidak bisa menghambat adanya perkembangan zaman termasuk modernisasi,"ujar Jonan.

Disisi lain, Jonan berharap implementasi penggunaan mobil listrik di masa mendatang akan mudah. Salah satu fokus pemerintah ialah mencari solusi keterbatasan kapasitas daya baterai. Kementerian Perindustrian melihat tantangan pengembangan mobil listrik saat ini di antaranya adalah pengembangan baterai dengan tenaga dan kapasitas yang lebih besar dalam sekali pengisian. Selain kapasitas baterai, hal lain yang penting adalah ketersediaan infrastruktur pengisian ulang baterai yang harus tersedia agar konsumen dapat dengan mudah melakukan pengisian ulang.

Maka standardisasi alat pengisi daya (charging station)  merupakan salah satu prasyarat utama untuk berkembangnya mobil listrik tersebut. Disamping itu, isu lainnya adalah penanganan baterai pasca operasi (end life vehicle) juga perlu mendapatkan perhatian. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category