Maritime

Pemerintah Segera Operasikan Lima Kapal Ternak

img title

Jakarta, petroenergy.id - Sebanyak lima unit kapal ternak baru yang dibangun Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut siap dioperasikan tahun 2018. Pengoperasian kapal ternak ini bertujuan meningkatkan efektifiktas kegiatan pengangkutan kapal ternak serta untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya di bidang swasembada daging sapi di Indonesia. 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta, akhir pekan lalu, pemesanan lima unit kapal tersebut dilakukan sejak 2015 dan akan selesai pada semester I tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp. 295,5 Miliar.

“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus mendukung program ketahanan pangan yang merupakan program unggulan pemerintah Jokow-JK khususnya di bidang swasembada daging sapi melalui penambahan kapal ternak dan penambahan rute. Hal ini juga bertujuan untuk menurunkan harga daging sapi sekaligus menjaga kualitas dari daging sapi itu sendiri,” tegas Dirjen Agus.

Adapun kelima kapal dimaksud diberi nama KM. Camara Nusantara II, KM. Camara Nusantara III, KM. Camara Nusantara IV, KM. Camara Nusantara V dan KM. Camara Nusantara VI. Kelima kapal ini siap dioperasikan pada tahun 2018 ini guna mendukung operasi kapal ternak yang sudah ada yaitu KM. Camara Nusantara I dengan trayek Kupang - Waingapu - Cirebon - DKI Jakarta - Kupang.

Rencananya kelima kapal tersebut akan ditempatkan pada tiga  Pangkalan Pelabuhan yaitu Pelabuhan Kupang, Bima dan Celukan Bawang Bali dengan rute KM. Camara Nusantara 2 melayani trayek Kupang - DKI Jakarta - Bengkulu - Kupang; KM. Camara Nusantara 3 melayani trayek Kupang – Wini – Atapupu – DKI Jakarta- Kupang.

Camara Nusantara 4 melayani trayek Bima – Badas - Pare-Pare – Balikpapan - Bima; KM. Camara Nusantara 5 melayani trayek a. Bima - Badas - Tanjung Priok - Bima dan b. Bima - Badas - Banjarmasin - Bima; KM. Camara Nusantara 6 melayani trayek Celukan Bawang Bali - DKI Jakarta - Kupang/Atapupu/Wini - Samarinda - Celukan Bawang.

“Dengan pengoperasian kapal ternak ini diharapkan dapat menjaga kualitas dan melindungi sapi yang ada di atas kapal dengan fasilitas yang memang dibuat khusus untuk mengangkut hewan ternak. Sebelumnya, pengangkutan sapi menggunakan kapal cargo biasa yang tidak diperuntukkan khusus untuk sapi membuat sapi cenderung stres dan kurang terawat," ujar Dirjen Hubla.

Adapun pengelolaan/operator kapal ternak akan dilaksanakan melalui mekanisme penugasan dan/atau pelelangan umum kepada Badan Usaha Milik Negara atau Perusahaan Pelayaran Nasional (Swasta).

“Satu hal yang perlu diperhatikan terkait penyelenggaraan kapal ternak adalah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak dapat berjalan secara efektif dan optimal”, tutup Dirjen Agus. - san

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category