Oil & Gas

Pemerintah Kaji Formulasi Insentif Migas

img title

Jakarta, petroenergy.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih  mengkaji formulasi insentif untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) serta untuk menambah penemuan cadangan baru.

Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, pada waktu alalu mengatakan, insentif migas menjadi suatu krusial mengingat kegiatan eksplorasi ikut terkena dampak penurunan harga minyak global.

“Kita harus melakukan sesuatu. Kalau eksplorasinya dilakukan dengan business as usual, ya turun terus produksinya,” kata Wiatmaja Puja.

Menurutnya, salah satu insentif yang sedang dikaji adalah memberikan perpanjangan masa eksplorasi migas. Misalnya, masa eksplorasi yang semula dibatasi enam tahun, maka dengan adanya insentif ini dapat diperpanjang menjadi 10 tahun.

Akibat perpanjangan ini tentu akan mengubah masa berlakunya kontrak. “Katakanlah total kontrak 30 tahun, dengan eksplorasi enam sampai 10 tahun. Misalnya, karena harga minyak kurang bagus selama 5 tahun, eksplorasi kita perpanjang 5 tahun, menjadi 15 tahun. Waktu kontraknya juga bertambah lima tahun,” Wiratmaja Puja menegaskan.

Wirat menambahkan bahwa perpanjangan waktu eksplorasi jauh lebih baik dibandingkan memutuskan kontrak karena dengan perpanjangan ini kontraktor dapat terus melakukan kegiatan. “Daripada diputus waktunya, nggak bisa ngapa-ngapain, lebih baik kita kasih waktu supaya bisa mencangkul lebih dalam,” ujarnya.

Dijelaskan pula, eksplorasi merupakan rangkaian kegiatan untuk menemukan cadangan migas baru. Secara umum, kegiatan eksplorasi meliputi studi geologi, studi geofisikan, survei seismik, dan pengeboran eksplorasi. Kegiatan eksplorasi menjadi sangat penting karena merupakan kesuksesan eksplorasi menjadi kunci ketersediaan sumber daya migas bagi generasi mendatang.

Sementara, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam beberapa waktu alau, mngatakan, saat harga minyak sedang rendah seperti sekarang ini justru menjadi saat paling tepat untuk menggenjot eksplorasi karena harga-harga barang dan jasa juga turun sehingga biaya eksplorasi menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Amien menegaskan, investasi akan baik dilakukan pada saat harga sedang rendah  karena biaya produksinya relative rendah dan kemudian nantinya revenue diperoleh pada saat harga sudah kembali tinggi. Nissa/mk

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category