Other

Pemerintah Hitung Margin Pertamina dari BBM Satu Harga

img title

Jakarta, petroenergy.id – Pertamina berpotensi  mengalami kerugian sebesar Rp.800 miliar akibat jual bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga. Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, memperoleh laba Rp.40 triliun dari penjualan BBM sebelum dikurangi pajak.

Hal tersebut diatas mengemuka terkait rencana Pemerintah yang akan menerapkan harga jual BBM Satu Harga, pada Januari 2017.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta Jumat (28/10), mengatakan, pemerintah sekarang menyiapkan aturan tentang kebijakan BBM Satu Harga. Menurutnya, salah satu isi dari peraturan tersebut adalah pengaturan margin badan usaha yang menjual BBM di daerah terpencil.

Dengan kebijakan harga jual BBM Satu Harga, kata Arcandara, margin Pertamina jelas akan berkurang. Oleh karena itu, sebelumnya, Pemerintah akan mengkalkulasi potensi kerugian yang bakal dialami Pertamina akibat berkurangnya margin.

“Nah, kalau ditanya berapa angka-angkanya, tentu belum bisa saya jawab sekarang. Karena, nominal harga jual BBM Satu Harga masih belum ditentukan,” kata Arcandara Tahar, sembari menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan aturannya.

BBM Satu Harga, kebijakan melalui instruksi Presiden Joko Widodo tujuannya antara lain agar harga BBM di daerah terpencil, seperti Papua, setara dengan harga BBM di Jawa.

Dijelaskan, Kementerian ESDM akan menghitung pengurangan margin PT Pertamina (Persero) akibat kebijakan BBM Satu Harga. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category