Company

Pembangkit Bertenaga LPG Dari APR Energy

img title

Jakarta, petroenergy.id - APR Energy, pemimpin terkemuka dunia di bidang pembangkit tenaga listrik yang praktis ( fast-track power solution ),  mengumumkan keberhasilan perusahaan dalam meraih kontrak berdurasi 12 bulan dari U.S. Virgin Islands Water and Power Authority (WAPA) untuk memasok pembangkit listrik 25 MW dengan menggunakan liquid petroleum gas  (LPG).

Proyek ini mengusung mobile gas turbine GE TM2500+ bertipe retrofitted, produk pertama yang beroperasi secara komersial dengan menggunakan LPG. Ini merupakan tonggak penting yang kelak menyediakan akses bagi para pelanggan terhadap alternatif pembakaran energi yang lebih murah dan aman bagi lingkungan dibandingkan pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak konvensional lainnya.

Proyek ini menjadi kiprah bisnis terbaru bagi APR Energy setelah menuntaskan privatisasi pada awal tahun ini. Proyek terbaru itu menjadikan total kontrak, perpanjangan dan perluasan proyek pada 2016 sebesar lebih dari 1GW.

Lebih lagi, proyek tersebut menjadi kontrak keenam yang diraih perusahaan dengan menggunakan mobile gas turbines.

"Proyek yang baru pernah ada ini akan membantu USVI dalam memanfaatkan investasi penting pada infrastruktur LPG dengan mengurangi biaya dan dampak terhadap lingkungan secara besar-besaran dari sebuah proyek pembangkit listrik," kata John Campion , Executive Chairman, APR Energy.

"Para ahli memperkirakan ada peningkatan harga diesel sebesar 15 persen pada dua tahun mendatang. Sementara, harga LPG diprediksi tetap stabil,” ujar Campion.

Upaya menggunakan LPG kelak membantu WAPA untuk menghemat biaya jika dibandingkan mesin pembangkit listrik bertenaga diesel dan bersifat reciprocating  yang biasa digunakan di Karibia."

"Peralihan menggunakan LPG dengan biaya lebih murah dan aman bagi lingkungan sebagai sumber bahan bakar yang menghasilkan listrik di Kepulauan Virgin, telah menjadi proyek tunggal bermodal besar satu-satunya yang digarap WAPA selama beberapa waktu belakangan," ujar WAPA Executive Director & CEO, Julio Rhymer, Sr.

Campion menargetkan proyek ini kelak menjadi percontohan bagi perusahaan infrastruktur lain yang ingin segera mengambil manfaat LPG sebagai sumber bahan bakar alternatif, yang lebih murah.

"Minat terhadap LPG terus bertumbuh di banyak negara di seluruh dunia, terutama di Karibia dan banyak negara Afrika. Di sejumlah wilayah itu, ketersediaan bahan bakar telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir," ujar Campion.

"Turbin TM2500+ menjadi salah satu teknologi fast-track yang bisa menggunakan LPG, dan menawarkan fleksibilitas tambahan bagi para pelanggan yang ingin beralih dengan segera dan tanpa gangguan terhadap berbagai bahan bakar berdasarkan tingkat harga dan ketersediaan," ujarnya.

Proyek baru ini melengkapi pembangkit listrik turbin bertenaga diesel berkapasitas 25 MW yang telah ada dan digarap APR Energy pada 2012 untuk WAPA, serta menghasilkan total kapasitas listrik menjadi 50 MW. (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category