Maritime

Pelaut Pertamina Minta Direktorat Perkapalan Dibentuk Kembali

img title

Bandung, petroenergy.id --Pasca penetapan Direksi Pertamina yang baru pada bulan Agustus lalu, Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (FKPPA) Pertamina, mempertanyakan alasan penetapan bidang-bidang Direktorat tersebut pada Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pasalnya belum ada pembentukan Direktorat Perkapalan seperti yang dituntut oleh FKPPA selama ini.

"Dulu Direktorat Perkapalan Pertamina ada dan terbukti sempat jaya karena adanya Direktorat itu. Perjuangan kami mengembalikan Direktorat ini dari 3 tahun yang lalu," ungkap Kapten Sofyani Faisol Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (FKPPA) Pertamina menjawab pertanyaan petroenergy, Jumat (27/10/2017) di Bandung Jawa Barat.

"Setelah pengumuman Direksi baru tersebut kami jadi kecewa karena tuntutan tidak didengar Pemerintah. Jadi perjuangan kami belum selesai. Untuk hal ini kami akan mengambil langkah-langkah berjenjang dari mulai mengadakan diskusi, berdemo dan sebagainya," imbuhnya

Tuntutan ini, lanjut dia, sebenarnya logis dan ada dasar hukumnya yaitu di Perpres 169 tahun 2000 dimana menjelaskan dua unit kerja yaitu hulu dan hilir. Hilir Pertamina kemudian dibagi menjadi 3 bagian yaitu pemasaran, pengolahan dan pemasaran.

"Jadi jelas bahwa perkapalan Pertamina itu memang penting dan stragtegis di Pertamina karena buktinya ada di Perpres. Dan perkapalan ini sesuai dengan tujuan Pemerintah yang ingin memperkuat poros maritim," tegasnya.

Jika Pemerintah beralasan bahwa aspek efisiensi menjadi faktor tidak dijadikannya Direktorat Perkapalan, lalu mengapa Pemerintah justru membentuk Direktorat baru juga yang melanggar komitmen efisiensi. Lalu jika alasannya akan terjadi tumpang tindih penugasan dengan Direktorat Pemasaran dan Niaga juga tidak bisa diterima karena justru ini bisa semakin mempermudah koordinasi dengan Direktorat Aset dan Pemasaran.

"Jadi nanti bisa gampang misal untuk koordinasi aset dan distribusi. Tinggal direksi ketemu direksi saja," katanya.

Padahal, lanjut dia, jika dibentuk kembali Direktorat Perkapalan nantinya bisa membawa dampak positif bagi investasi Pertamina karena bisa sistem aple to aple, sehingga akan memudahkan pembentukan anak perusahaan-perusahaan supporting perkapalan.Kemudian bisa memotong alur birokrasi yang agak panjang antara berbagai Direktorat.

"Ironisnya investasi perkapalan sekarang seperti dinomor tujuh belaskan dan Pertamina saat ini masih sangat tergantung pada Kapal carter untuk distribusinya," kata dia.

Kemudian hal-hal seperti kebocoran kapal yang menyebabkan loses tinggi bisa diperkecil karena SDM (Sumber Saya Manusia) seperti pelaut Pertamina makin profesional jiwa-jiwa service distribusinya dan maintancenya.

"Jadi apa yang diragukan lagi oleh Pemerintah dalam hal ini," tandasnya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category