Maritime

Pelabuhan Tanjung Emas Terapkan Sistem Inaportnet

img title

Jakarta, petroenergy.id - Bertempat di Ruang Sriwijaya Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, akhir pekan lalu dilakukan penandatanganan  Pakta Integritas Penerapan Sistem Inaportnet khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Para pejabat yang menandatangani pakta integritas tersebut antara lain Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I (satu) Tanjung Emas, Capt. Gajah Rooseno;  Direktur Teknik dan Teknologi Informasi PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero), Husein Latief; dan  General Manager PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Emas, Agus Hermawan, SH, MH.

Inaportnet merupakan sistem layanan tunggal secara tunggal berbasis internet/web yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar melayani kapal dan barang di pelabuhan dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan.   ​

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla), Ir. A. Tonny Budiono mengatakan bahwa penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Inaportnet merupakan wujud dari komitmen dan kesungguhan dalam mewujudkan penerapan Inaportnet di Pelabuhan. 

“Penerapan Inaportnet di Pelabuhan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan cepat, valid, transparan serta biaya yang minimal sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia”, ujar Tonny.

Selain itu, lanjut Dirjen Hubla bahwa penerapan inaportnet ini juga telah menjadi quick win  Menteri Perhubungan yang harus diterapkan di 16 Pelabuhan di Indonesia. Pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Banten, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Manggar, Pelabuhan Tanjung Uban, Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Sorong.

”Dari sejumlah pelabuhan pelabuhan dimaksud,  saat ini Sistem Inaportnet telah dilaksanakan pada empat pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Makassar sejak1 Juni 2016, Pelabuhan Belawan sejak1 Juli 2016, Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2 November 2016 dan Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 11 November 2016,” tegas Dirjen Hubla.

Penerapan Inaportnet di pelabuhan harus didukung oleh beberapa sistem yaitu Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal On Line, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, Sistem Informasi Kepelabuhanan dan sistem yang ada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Inapornet dapat berjalan apabila sistem pendukungnya dapat terintegrasi  dengan baik. Sehingga seluruh system harus dibangun dan dikembangkan secara sinergi dengan melibatkan seluruh pemangku kepeningan (stakeholders).

Diharapkan dengan selesainya penandatanganan Pakta Integritas Inaportnet ini, penerapan Inaportnet di pelabuhan khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dapat terealisasi dengan baik untuk meningkatkan  pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan  cepat, valid, transparan, dan terstandar serta dapat menekan biaya seminimal mungkin yang mampu meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia. (san)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category