Business

Paul Toar: Konsep Pemasaran Minyak Pelumas Harus Berorientasi pada Kebutuhan Pelanggan

img title

Jakarta, petroenrgy.id – Konsep pemasaran minyak pelumas haruslah berorientasi pada kebutuhan konsumen atau pelanggan, baik itu konsumen pelumas mesan industry maupun konsumen pelumas mesin otomotif.

Ketua Umum Perhimpunan Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI), Paul Toar, mengatakan hal itu kepada PetroEnergy di kantornya di bilangan jalan Garuda Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

“Kalau bicara fungsi  minyak pelumas sangat besar manfaatnya bagi mesian, baik itu mesin industri maupun mesin otomotif, karena minyak peluamas itu adalah nafasnya mesin. Artinya,   bertahan hidup sebuah misin amat bergantung pada sejauh mana maintenance pelumasnya,” kata Paul Toar.

Oleh sebab itu, konsep pemasaran pelumas haruslah berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Produsen, kata Paul Toar, harus paham benar tentang oli yang tepat untuk jenis mesin yang dibutuhkannya, misalnya,  tingkat kekentalan (Viskositas), Oli Mineral, dan Oli Sintetis.

“Tingkat kekentalan seperti  diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE), maka akan terlihat pada kemasan SAE 5W-30 (encer), atau 20W-50 (kental). Mesin otomotif mau mesin industry sekarang lebih sophisticated, sehingga kerapatan antar komponen mesin makin tipis dan juga terdapat celah-celah sempit yg susah dijangkau oli kental. Tapi, yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai kebutuhan mesin,” kata Paul Toar.

Paul Toar memgatakan, awal tahun 80-an ketika itu Pertamina masih monopoli pasar pelumas, banyak kalangan konsumen yang merasa dirugikan. Karena, pada waktu itu Pertamina belum mampu memenuhi kebutuhan minyak pelumas yang sesuai dengan viskositas yang keperluan mesian. “Tapi, sejak monopoli pelumas Pertamina dihapus, maka hampir semua jenis oli itu telah tersedia di Indonesia,” ujarnya.

Di era pasar bebas seperti sekarang, kata Paul Toar,  terdapat ratusan bahkan lebih jenis pelumas yang beredar di pasaran. Peran PERDIPPI, Paul Toar mnambahkan, salah satunya adalah mengedukasi konsumen, memberikan pengetahuan etkenis-non teknis  kepada pelanggan agar tidak salah pilih dalam menggunankan minyak pelumas. "Salah satu yang PERDIPPI lakukan adalah mengedukasi pelanggan," ujar Paul Toar.

Paul Toar menjelaskan bahwa dilihat dari presentasenya, perbandingan pasar  pelumas mesin industri dengan mesin otomotif 60:40, yakni sekitar 60 persen pelumas industri dan 40 persen sisianya adalah pelumas otomotif.

Menurutnya, pertumbuhan pasar pelumas mesin industri  nasional  rata-rata 5 persen per tahun. Dia berharap bahwa untuk mendukung  pertumbuhan ini pemrintah harus membangun infrastrukur  yang memadai, salah satunya infrastruktur transportasi  seperti adanya perbaikan pelabuhan kapal laut dan menambah jumalah galangan kapal, baik galangan kapal berkapasitas kecil maupun kapal besar.

“Untuk mendukung pertumbuhan pasar pelumas mesin industri  5 persn per tahun, pemerintah harus membangun infrastruktur yang memadai. Disamping itu, kami dari asosiasi PERDIPPI menginginkan pemrintah janganlah terlalu banyak campur tangan…biarlah bisnis pelumas berjalan B2B dan B2C,” pungkasnya. (tim PE)

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category