Oil & Gas

Optimalisasi Lokal Konten di Bojonegoro

img title

Jakarta, petroenergy.id -  Bupati Bojonegoro, Drs. H. Sunyoto, MSi mengoptimalisasikan lokal konten untuk mpemberdayaan masyarakat lokal terhadap kehadiran proyek Migas di sana. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah sebagai salah satu instrumen untuk melibatkan masyarakat di sana.

Menurut Yoto (panggilan akrab Sang Bupati) dari 5000 lapangan pekerjaan non-skill  di proyek Migas Bojonegoro, ternyata 3500 karyawannya orang Bojonegoro asli. “Tidak menghitung berapa jumlah para rekanan lokal yang terlibat dalam pengadaan maupun pekerjaan kontruksi di industri migas Bojonegoro,”  kata Yoto di Jakarta, 3/3.

Yoto menambahkan Perda Kandungan Lokal tersebut menyebutkan, pertama, seluruh pekerjaan non-skill harus diberikan kepada masyarakat lokal. Kedua, pekerjaan bisnis yang skalanya dimungkinkan dikerjakan oleh pelaku usaha lokal, maka pekerjaan itu diserahkan kepada pelaku usaha lokal. “Bila skala bisnisnya tidak memungkinkan dikerjakan orang lokal, maka pihak luar harus mengajak mitra lokal menjalankan bisnis tersebut,” ujarnya serius.

Meski pun Yoto tak tahu persis berapa besar belanja migas di Block Cepu, tapi diperkirakan block migas tersebut menelan investasi sekitar Rp 40 triliunan pada masa itu. Dari angka itu, mungkin sekitar 10% belanja migas tersebut benar-benar diserap oleh masyarakat Lokal Bojonegoro dan sekitarnya.

Lebih lanjut ditambahkan, dari sektor industri migas itu sendiri tidak ada pilihan lain untuk memastikan proyek migas  berjalan baik. “Pendekatannya kolaboratif dan bukan pendekatan transaksional. Sebab, tidak mungkin industri migas tersebut bisa selesai kalau hanya pendekatannya berpikir teknis dan bisnis semata,” katanya serius. Pasti diperlukan pendekatan sosial.

Di Bojonegoro, kata Yoto, ada forum khusus tentang optimalisasi local content. Setiap ada masalah mengenai local content di bahas dalam forum ini, sehingga masyarakat tak perlu mengatasi sendiri jika menghadapi masalah tentang local content.   

Di samping itu, lanjut Yoto kegiatan  Corporate Social Responsibility (CSR) digunakan untuk men-training masyarakat lokal agar “naik kelas”  supaya bisa bekerja ke jenjang pekerjaan yang lebih baik. [] ytn

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category