Global

Ophir Dapat Pinjaman Sebesar USD 250 Juta

img title

 
Jakarta, petroenergy.id -- Perusahaan energi asal Inggris, Ophir Energy mengumkan telah menandapatkan pinjaman reserve based lending facility (RBL) senilai USD 250 juta dengan jaminan aset produksi grup Ophir di Asia Tenggara.

Dalam keterangan persnya hari Rabu lalu, RBL memiliki masa pinjaman selama tujuh tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2024. Otomatis ini akan menggantikan fasilitas RBL sebelumnya r yang akan jatuh tempo pada bulan Desember 2019.

Fasilitas ini telah disediakan oleh Australia New Zealand Banking Group Limited, BNP Paribas, Commonwealth Bank of Australia, Crédit Agricole, HSBC, Société Générale dan Standard Chartered.

Selain komitmen pinjaman USD 250 juta, Ophir juga akan disediakan pinjaman bertahap sebesar USD 100 juta dengan dasar "akordeon" atau tidak terikat.

Mengomentari hal ini, Tony Rouse, CFO Ophir mengatakan: "Kami senang mendapat dukungan berkelanjutan dari bank utama kami ke dalam fasilitas ini. Kombinasi dari kas yang ada, fasilitas kredit dan arus kas dari operasi akan memberi modal bagi Ophir untuk terus berinvestasi serta memaksimalkan perolehan kas dari portofolio produksi dan pengembangannya. "

Ophir saat ini memiliki kombinasi antara aset produksi, pengembangan dan eksplorasi di Asia . Di Thailand, Ophir memiliki produksi dan eksplorasi minyak dan gas. Perusahaan ini juga memiliki areal eksplorasi di Myanmar dan Malaysia.

Di Indonesia, Ophir memiliki pengembangan gas dan blok eksplorasi seperti : ARU PSC Papua Exploration, Bangkanai PSC di Kalimantan, Bontang PSC di Kalimantan, Halmahera-Kofiau PSC di Maluku, Kofiau PSC di Papua, North East Bangkanai PSC di Kalimantan, South East Sangatta PSC di Kalimantan, West Bangkanai PSC di Kalimantan dan West Papua IV PSC di Papua. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category