Business

Oil Tanking Karimun Segera Diresmikan

img title


Jakarta, petroenergy.id -- Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Alimudin Baso menyatakan, bahwa pada hari Kamis, tanggal 13 April 2017 nanti, Pemerintah bersama PT Oil Tanking Karimun yang merupakan anak perusahaan joint venture antara Oiltanking GmbH dan Gunvor akan
meresmikan terminal tanki penyimpanan baru di Pulau Karimun dengan kapasitas tanki total 730.000 kubik meter.

"Ya nanti hari Kamis tanggal 13 ini, kita (Kementerin ESDM) diundang kesana untuk meresmikan," kata Alimudin kepada petroenergy belum lama ini di Jakarta.

Sementara itu, Setyorini, Direktur Hilir Migas, Kementerian ESDM menyatakan mendukung penuh pengoperasian terminal tanki BBM milik Oil Tanking ini, apalagi Pemerintah memang sedang meningkatkan kapasitas cadangan BBM. "Untuk itu Pemerintah mendukung berbagai investor storage bisa dari PMA atau PMDN. Kita akan terima dengan baik," katanya kepada petroenergy (11/4).

Sebagai informasi, terminal ini tahun lalu sukses atas penyimpanan 60.000 metrik ton bensin dan produk lainnya. Terminal ini akan terdiri dari tanki penyimpanan berbagai jenis crude oil, produk BBM (bahan bakar minyak), produk gas, produk petrokimia.

Namun terminal ini utamanya dirancang untuk melayani permintaan berbagai produk minyak bumi di Asia. Terminal baru ini sebagai fasilitas tambahan Oiltanking dari terminal yang sudah ada di Singapura.

Dipilihnya Karimun dikarenakan luas lahan di Singapura sudah tidak memadai untuk membuat teminal tanki penyimpanan baru. Selain itu, pulau Karimun di Selat Malaka ini juga karena lokasinya strategis dalam alur pelayaran perdagangan regional, dalam Zona Perdagangan Bebas dan di dekat Oil Hub Asia di Singapura.

Di Karimuin, PT Oiltanking Karimun memiliki lahan yang luas yang cukup luas sehingga bisa untuk dibangun secara berkelanjutan. Selain itu infrastuktur jetty terminal ini mumpuni disinggahi oleh VLCC (Very Large Crude Carrier). Terminal penyimpanan BBM terbesar kedua di dunia ini nilai investasinya mencapai USD 220 juta atau setara Rp2,4 triliun. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category