Business

NII Tertarik Bisnis Teknologi EPC Pembangkit Lisrik Dari Tiongkok

img title

Jakarta, PetroEnergy.id – Pemilik PT Navigat Innovative Indonesia (NII) Sri Andini mengaku tertarik untuk ekspansi ke bisnis teknologi EPC (Engineering Procurement Construction) yang memakai berbagai teknologi dari Negeri Tiongkok. Sri tertarik untuk memasok berbagi komponen-komponen Pembangkit listrik dari Cina untuk dipasok ke Indonesia.

“Teknologi untuk EPC Pembangkit Listrik dari mereka sebenarnya lumayan bagus,” kata Andini kepada PetroEnergy dalam wawancara khusus beberapa waktu lalu di kantornya di Jakarta.

Ditambahkanya, Tiongkok saat ini sudah sangat peduli memperbaiki dan memperbarui berbagai standar teknologi PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)nya. Disana, saat ini standar pembangunan PLTU sudah harus memakai teknologi yang Ultra Super Critical. “Jadi mereka memang berbenah,” tambahnya.

Ketertarikannya berdasarkan pengalamannya dalam membuat pembangkit listrik yaitu PLTU IPP 2x110 MW di Sumatera Selatan yang menggandeng PTBA (PT Bukit Asam) dan PJB (Pembangkit Jawa Bali) dengan membuat PT Bukit Pembangkit Inovatif sebuah perusahaan IPP.

Pada pembuatan PLTU tersebut, Sri memakai jasa kontraktor EPC sebuah perusahaan Cina ternama untuk membangun PLTU. Terhitung dari mulai awal PPA (Power Purcahase Agreement) dengan PT PLN di tahun 2007, Sri menganggap tidak ada masalah yang berarti bermitra dan memakai teknologi dari Tiongkok.  

Namun begitu, Sri mengaku terbuka kepada kontraktit dengan Negara-negara dari mana pun tidak hanya Tiongkok saja. Teknologi EPC dari Negara-negara OECD seperti ; Korea, Jerman dan lain-lain juga ia anggap advance.

Sebab, katanya, salah satu faktor kemenangan Tiongkok atas berbagai tender disini karena memakai sistem tender untuk proyek-proyek besarnya. Maka kontraktor termurahlah yang dipilih untuk proyek-proyek tersebut.

"Karena Tiongkok memiliki harga murah maka terpilihlah mereka. Dari segi teknis Cina memiliki teknologi yg bagus dan inovatif, apalagi di negara asalnya perkembangan teknologi industri di sana sudah sangat advance. Namun apabila membawa kontraktor Tiongkok ke Indonsia, hal paling penting yang harus kita perhatikan adalah mereka harus diawasi dengan konsultan dan pengawas yang tepat," tukas Sri. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category