Oil & Gas

Negosiasi Pengembangan East Natuna (Masih) Berlangsung

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengakui, bahwa negosiasi pengembangan dan sistem kontrak Blok East Natuna masih belum final. Padahal pihaknya memperikirakan penandantangan kontrak bisa diteken sejak 14 November lalu.

"Negosiasi masih berlangsung kita‎ tengah mendorong. Kita inginkan tadinya agreement dua minggu yang lalu harusnya. Tapi prosesnya tertunda sedikit agar hal yang berkaitan dengan term yang tidak menguntungkan itu ada obatnya. Sebentar lagi," ujarnya dalam acara Forum Bisnis Pengembangan Migas yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Teknik Migas Indonesia (IATMI) di Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Ditambahkannya, saat ini syarat dan sistem yang ditawarkan oleh pihak konsorsium belum memberi ruang yang menguntungkan ‎bagi negara. Kementerian ESDM dinilai perlu melakukan negosiasi lanjutan sampai masing-masing pihak mencapai titik kesepakatan yang saling menguntungkan.

Sementara itu, SVP Upstream Business Development Pertamina Denny Tampubolon menjelaskan dalam kesempatan sama, bahwa konsorsium East Natuna saat ini sedang melanjutkan kajian pengembangan menyeluruh (Technology & Market Review) atas 5 (lima) elemen:Gas Processing Technology Optimization, Subsurface Evaluation (untuk CO2 Injection), Gas Transportation Infrastructure / Options, Gas Market, dan Development Concept.

Dengan demikian maka kajian “Technology & Market Review” ditargetkan akan diselesaikan pada pertengahan 2017. Hasil dari “Technology & Market Review” sebagai masukan untuk mengusulkan fiscal terms untuk KKS East Natuna.(adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category