Investment

MRU Bisa Jadi Solusi Percepatan Infrastruktur BBG

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Kementerian ESDM saat ini tengah menyiapkan Permen (Peraturan Menteri) untuk meningkatkan secara massive infrastruktur BBG (Bahan Bakar Gas). SPBU akan mendapatkan prioritas untuk didorong pembangunan nozzle gas nantinya berada diwilayah yang sudah tersedia infrastruktur distribusi ataupun penghasil gas.

“Permen-nya sedang dibahas. Nanti SPBU di daerah-daerah tertentu yang sudah ada infrastruktur gas diwajibkan ada satu dispenser gas. Namun tidak menutup kemungkinan jika gas didistribusikan harus melalui pipa tapi bisa melalui Mobile Refueling Unit (MRU). Sehingga penyediaan nozzle tidak harus di wilayah yang tersedia fasilitas pendistribusian yang kompleks. Jadi tidak harus ada pipa gas, bisa juga dibawa pakai MRU,” ungkap Wiratmaja di Jakarta (14/3).

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), Chairul Hakim menjelaskan, perbedaan SPBG dan MRU adalah pada sumber gas, SPBG berasal dari jaringan pipa gas alam, sedangkan MRU berasal dari CNG yang dihasiikan dari SPBG I atau istiiah lainnya Mother Station.

Perbedaan lainnya adalah kapasitas SPBG ditentukan berdasarkan kapasitas (mesin atau compressor sedangkan kapasitas MRU ditentukan oleh volume tangki penyimpan CNG yang terdapat pada MRU. "MRU dikenal juga sebagai Daughter Station," katanya kepada petroenergy di Jakarta (14/4).

"Jadi MRU adalah SPBG yang secara fleksible bisa berpindah-pindah. Satu MRU berkapasitas 30.000 liter setara premium atau mampu memenuhi kebutuhan sekitar 120 bus per hari.MRU bisa jadi solusi cepat jika Pemerintah ingin membangun massive," tandasnya.(adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category