Oil & Gas

Menteri Jonan Takut Produksi Blok Mahakam Anjlok Dikelola Pertamina

img title

 

Jakarta, petroenergy.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan membuka peluang Total E&P Indonesie kembali menjadi operator Blok Mahakam pasca kontraknya berakhir tahun 2017.

Dalam pernyataan tertulis, Minggu (12/3) yang dilansir media hari ini, Menteri Jonan, berkata akan mempersilakan Total untuk berdiskusi dengan SKK Migas dan PT Pertamina (Persero).

Sementara, sebelamnya, Pertamina sendiri telah ditunjuk pemerintah untuk mengelola Blok Mahakam mulai tahun depan.

Namun, tampaknya Jonan berubah fikiran; tiba-tiba saja menginginkan Total tetap sebagai operator Mahakam dengan pertimbangannya untuk mempertahankan produksi blok tersebut.

“Kalau mau, Total menawarkan, mau operator bersama atau operatornya dilanjutkan Total dan sebagainya. Orang-orang (pegawai) juga saya kira tidak akan diganti," kata Jonan.

Anehnya lagi, selain menjadi operator, Total berpeluang mendapatkan hak kelola lebih besar dibandingkan yang ditawarkan sebelumnya. Pada masa Sudirman Said menjadi Menteri ESDM, Pertamina hanya dibolehkan mengalihkan hak kelola Blok Mahakam kepada Total dan Inpex maksimal 30 persen.

Namun, Jonan memberikan peluang Total dan Inpex memperoleh 39 persen saham. Menurut dia, kepemilikan hak kelola hingga 39 persen itu boleh karena 10 persennya lagi akan ditawarkan ke pemerintah daerah. “Pertamina harus mayoritas,” kata Jonan dikutip katadata, Senin (13/3).

Blok yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) TEPI dan Inpex  ini akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini, Blok Mahakam dalam tahap transisi pengelolaan dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PT PHM).

Selama masa transisi ini, Jonan juga mengingatkan agar produksi minyak dan gas (migas) Blok Mahakam harus tetap dijaga walaupun umur lapangan sudah tidak muda lagi. Salah satu contohnya adalah Lapangan Bakapai yang sudah berproduksi 40 tahun sejak 1974.  “Nanti pemerintah akan bikin peraturan segera supaya kapasitas produksinya tidak turun, " kata dia.

Untuk memantau produksi, Jonan juga sudah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Blok Mahakam, Kalimantan Timur sejak Jumat (10/3) pekan lalu. Salah satu yang dikunjungi adalah Terminal Senipah.

Terminal Senipah merupakan daerah operasi khusus pengolahan minyak dan gas yang dimiliki oleh Total E&P Indonesie (TEPI). Di wilayah ini terdapat 3 fasilitas proses utama yaitu: TPA (Terminal Processing Area), CSU (Condensate Stabilization Unit), dan TLA (Terminal Loading Area).

Menteri Jonan menunjau ke ruang pemantauan untuk mengetahui alur kerja dan proses mulai dari produksi hingga pengapalan. "Saya lihat kalau kultur keselamatan bagus. Yang kedua, semangat kerja juga bagus, sangat disiplin," ujar Jonan.

Terkait hak-hak pegawai, Menteri Jonan meminta agar hak-hak pekerja tetap dijaga, baik terkait aspek keselamatan, lingkungan kerja maupun kompetensinya.  Untuk hubungan kerja kurang lebih sama. Nanti Pertamina akan buat perusahaan sendiri, yaitu Pertamina Hulu Mahakam untuk mengoperasikan blok ini, terpisah dari Pertamina Hulu Energi. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category