Profile

Mengenal President Shell Indonesia

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Darwin Silalahi adalah President Shell Indonesia yang pertama hingga kini sejak Shell mulai kembali berbisnis di Indonesia beberapa belas tahun yang lalu. Ia lahir ditahun 1962 di Balige, Sumatera Utara dan merupakan anak ke 5 dari 10 bersaudara. Darwin oleh beberapa kalangan dianggap mempunyai kelengkapan pengalaman dalam karirnya; multinasional, konglomerat, dan pemerintahan.

"Saya hanya sebagai anak desa Balige dan Siborong-borong yang merasa bangga dan sangat bersyukur kepada Tuhan YME bahwa saya diberkati dengan pekerjaan atau karir yang bagus, karena sebagai anak yang dibesarkan di kamp ung saya tak pernah memimpikan ini semua", katanya kepada petroenergy, belum lama ini, di Jakarta.

“Dan dari posisi terakhir saya di Shell ini saya sekarang tak silau lagi akan jabatan,”  imbuhnya.

Darwin menyelesaikan pendidikan SD, SMP, SMP, hingga kelas 1 SMA di Siborong-borong,  Sumatera Utara, selanjutnya pindah ke Jakarta, lulus dari SMAN 9 Jakarta dan kemudian meraih gelar Sarjana Fisika dari Universitas Indonesia ditahun 1985. "Disini saya menyelesaikan predikat lulus tercepat dan meraih angka terbaik  seangkatan. Ditahun 1983 saya termasuk dari 8 orang mahasiswa seangkatan yang diwawancarai oleh 2 profesor fisika pencari bakat dari konsorsium  sepuluh universitas di Amerika Serikat", jelasnya.

Walaupun Darwin dari hasil diatas diminta mengajukan surat lamaran untuk mencari bea siswa di AS, namun Darwin tak melakukannya. "Saya harus bekerja agar bisa membantu keluarga. Syukurlah saat itu saya sudah diterima di British Petroleum", tukasnya.

Menolak beasiswa bukan berarti tidak melanjutkan kuliah bagi Darwin karena sewaktu mendapatkan penempatan kerja di Houston bersama BP Amerika,  ia tetap melanjutkan ke University of Houston, Texas, AS (MBA) dan menyelesaikannya pada tahun 1993.  Kemudian dengan disponsori Booz Allen Hamilton, Ia melanjutkan ke Harvard Business School, Boston, AS, dan kemudian menyelesaikannya pendidikan eksekutif senior (AMP) pada tahun 2003.

Tak puas, maka Darwin pun melanjutkan ke pendidikan S3 pada tahun 2005 mengikuti program DBA (Doctor Of Business Administration) paruh waktu di University of Western Australia, Perth. Setelah menyelesaikan  seluruh mata kuliah dan proposal tesis DBA serta meraih gelar MMR (Master in Management Reserarch), ia sementara harus berhenti dulu sejak masuk Shell tahun 2007.

Setelah menyelesaikan S1, awal karir profesional Darwin adalah sebagai Senior Geophysicist selama 9 tahun lebih di BP (British Petroleum  Indonesia, AS dan Britania Raya ). Selama bekerja di BP, Darwin mendapatkan kesempataan STIA (Short Term International Assignment) selama 6 bulan di Aberdee dan London Britania Raya serta international posting selama 2,5 tahun di Houston, AS.

Walaupun sudah meraih kemapanan berkarir di perusahaan migas multinasional seperti BP, pada tahun 1994, Darwin memberanikan diri memulai jalur karir baru dengan bergabung pada perusahan nasional sebagai asisten CEO Dharmala. Langkah berani ini justru memperkenalkan Darwin dengan dunia konsultan manajemen strategis dan juga membawanya ke Bakrie and Brothers sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan serta bekerja dengan Pak Tanri Abeng sebagai CEO."Di Bakrie and Brothers saya pernah menjadi Direktur termuda pada umur 35 tahun. Saat itu CEO nya Pak Tanri Abeng",  tambahnya.

Sewaktu Kementerian Negara Pemberdayaan BUMN didirikan pada pertengahan 1998, Darwin memulai karir sebagai pegawai negeri  dengan jabatan Plt Direktur Usaha di kementrian BUMN dengan portofolio BUMN menangani sektor perhubungan, telekomunikasi, dan energi. "Saya bekerja selama satu setengah tahun di pemerintahan hingga tahun 1999", jelasnya.

Sebelum bergabung dengan Shell, Darwin adalah Country CEO di Booz Allen Hamilton Indonesia, salah satu perusahaan konsultan manajemen strategis ternama dunia. "Disini saya dan tim konsultan membantu para CEO dan direksi perusahaan-perusahaan besar Indonesia mengembangkan serta mengimplementasikan strategi bisnis dan transformasi organisasi menuju kelas dunia", ungkapnya.

Sewaktu bekerja Booz Allen Hamilton, Darwin juga menyempatkan diri  sebagai anggota Indonesia forum dan terutama di Steering Committee Visi Indonesia  2030, sebuah cetak biru untuk menjadikan Indonesia sebagai 5 besar ekonomi dunia serta memasukkan 30 perusahaan Indonesia di Fortune Global 500 Companies pada tahun 2030. Di Shell, Darwin adalah orang Indonesia pertama yang mengemban posisi Country Chairman Shell Companies in Indonesia dan President Direktur PT Shell Indonesia.

Ketika ditanya kiatnya meraih kesuksesan karir, Darwin menjawab, "Intinya kita harus memiliki courage (ketabahan/keteguhan) untuk hidup dengan tujuan tertinggi tanpa melihat job title atau jabatan di pekerjaan. Kita harus bisa menjangkau orang-orang sekitar dengan diri kita yang sebenarnya dan bukan mengandalkan job title, serta secara selektif menunjukkan vulnerabilitas kita tanpa terbungkus job title .

“Kita harus bisa menyelesaikan tugas dengan lebih baik dan melakukannya  tidak untuk job title, tetapi untuk merealisasikan purpose dan passion  kita dalam hidup. Kita harus bisa menanggalkan job title manakala bersama keluarga, teman-teman dll. Kita tidak harus kehilangan atau mengorbankan purpose dan passion kita untuk mempertahankan job title, tandasya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category