Oil & Gas

Medco Laporkan Ambisi Akuisisinya

img title

 

Jakarta, PetroEnergy,id - Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyatakan bahwa kenierja Medco melakukan berbagai akuisisi tahun ini sejalan dengan ambisi Perseroan untuk menjadi pemain independen terkemuka di sektor sumber daya alam Indonesia.

Dijelaskannya, Medco telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Japex untuk mengakuisisi hak partisipasi sebesar 16,67% di Blok A Aceh PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016. Juga menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan ConocoPhillips guna mengakuisisi 40% hak partisipasi dan hak pengendalian operator (Operatorship) di South Natuna Sea, Blok B PSC, bersama dengan jaringan transportasi pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS). Transaksi ditargetkan rampung pada November 2016.

Medco telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham untuk mendivestasi 100% hak partisipasi di Bawean PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2016.Sehingga meraih total dana Rp 2,5 triliun melalui program Obligasi Berkelanjutan IDR. Penawaran obligasi tersebut mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) sehingga Perusahaan berencana untuk meluncurkan tahap baru dari program ini pada kuartal IV 2016.

Selain itu Medco juga akan memberikan kontrak EPC (Engineering Procurement and Construction) Block A Aceh kepada JEC untuk membangun fasilitas proyek gas. Produksi gas pertama ditargetkan pada kuartal I 2018.

Sementara itu, CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan "Di tengah lingkungan industri yang penuh tantangan, MedcoEnergi terus memperbaharui portofolio aset Perseroan. Fokus kami saat ini adalah mensukseskan proses akuisisi ini dan mengintegrasikan mereka ke dalam organisasi kami. Kinerja operasional aset produksi kami terus meningkat sementara pengembangan Blok A Aceh berjalan sesuai jadwal dan di bawah anggaran. "

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang ("RUPSLB") menyatakan bahwa dalam pencapaian Operasi 1H16, volume produksi minyak dan gas naik 29% atau sebesar 64 MBOEPD dibandingkan dengan periode 1H15. Kenaikan tersebut diraih berkat kinerja memuaskan berkelanjutan dari lapangan Senoro-Toili.

Kemudian perusahaan berhasil menurunkan cash costs operasional minyak dan gas per unit sebesar 32% menjadi AS$ 7,6/boe dibandingkan 1H15, atau sudah sejalan dengan target tahun 2016 Perseroan yaitu di bawah AS$ 10/boe.

Jadi pendapatan 1H16 adalah sebesar AS$ 281 juta dengan harga realisasi minyak rata-rata sebesar AS$ 38,3/bbl dan harga realisasi gas rata-rata sebesar AS$ 4,18/mmbtu.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category