Other

Luhut Binsar Pandjaitan: Pemerintah Akan Pelajari Cost Rocovey Pengolahan Limbah Blok Rokan

img title

Jakarta, petroenergy.id – Plt. Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan mempelajari cost recovery yang diusulkan untuk penggantian pengolahan limbah di Blok Roka , Riau, dengan cara benchmark atau standar pengolahan limbah.

Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan hal diatas menanggapi pertanyaan anggota DPR dalam rapat kerja dengan Komsi VII, Kamis (22/9), terkait cost recovery pengolahan limbah Blok Rokan, Riau, oleh Chevron Pacific Indonesia.

Kementerian ESDM akan melibatkan pihak ketiga untuk mengkajinya. “Kalau sudah ada, cari dan sewa konsultan yang benar, orang asing juga untuk mengecek tadi itu,” kata Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung MPR/DPR, Kamis (22/9).

Anggota Komisi VII kembali mempertanyakancost recovery untuk Chevron Pacific Indonesia. Anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah, misalnya, mempersoalkan anggaran yang diminta Chevron untuk cost recovery di Blok Rokan sebesar US$ 1,3 miliar. Namun,30 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk menangani limbah Chevron.

Menurut Inas, seharusnya ada standardisasi dan formula perhitungan pengolahan limbah tersebut. Tujuannya supaya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Tapi ini tidak, Chevron memasukkan saja angka US$ 315 juta. Ini untuk berapa ton?" kata dia dalam rapat kerja Komisi VII DPR tersebut.

Anggota  Komisi VII DPR lainnya, Satya Widya Yudha, juga mengkritisi hal serupa. Menurut dia, Chevron menghabiskan dana hingga Rp 12 triliun per tahun untuk mengevaluasi tanah yang terkontaminasi minyak dari Blok Rokan.

Padahal, kata Satya Yudha, tanah tersebut nantinya dijual kepada pabrik semen, seperti Semen Tonasa, Semen Padang dan Semen Indonesia. Pabrik semen ini menjadikan tanah itu bahan bakar pengganti batubara, sekaligus bisa menjadi adukan dalam semen.

Satya meminta agar dana tersebut tidak ditagihkan kepada negara. “Kalau Rp 12 triliun dikeluarkan hanya untuk memindahkan dari tanah terkontaminasi minyak tadi, kenapa kita tidak bikin pabrik semen saja?” kata Satya Yudha bertanya.

Sementara, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi belum bisa memastikan anggaran cost recovery untuk Chevron dalam pengolahan limbah tersebut. Bahkan, angka cost recovery yang disebutkan Inas berbeda dengan data yang dimiliki Amien. "Untuk tanah yang terkena limbah itu anggarannya US$ 319 juta untuk tahun depan, volumenya kami cek dulu," kata Amien.(mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category