Other

Limbah Abu Pembakaran Batubara UP Suralaya, Hanafi Nur Rifai: Bebas dari Dampak Lingkungan

img title

Cilegon, petroenergy.id – General Manager Unit Pembangkitan (UP) Suralaya, M. Hanafi Nur Rifai, mengatakan, abu (limbah) pembakaran batubara yang ditimbulkan oleh 7 Unit Pembangkit Suralaya berkisar 2,5 peren dari total batubara yang dibakar.

Hal itu dikemukakannya saat menerima awak media yang melakukan kunjungan ke UP Suralaya Merak, Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (19/5).

Disebutkannya, saat ini UP Suralaya mengoperasikan 7 Unit pembangkit dengan total kapasitas 3.400 megawatte (MW), dengan membakar batubara rata-rata 35 ton per hari dan atau sekitar 12,5 Million per tahun.

“Jadi, mudah untuk ketahui kira-kira limbah yang muncul akibat dari pembakaran batubara di UP Suralaya…kalkulasi saja, 2,5 persen dari total batubara yang dibakar,” katanya tanpa merinci angka pasti.

Hadir pula dalam kesempatan kunjungan media tersebut - di antaranya, I. Made Suprateka, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, dan Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Power (Anak Perusahaan PLN) yang mengoperasikan UP Suralaya.

Menurut Hanafi Nur Rifai terdapat dua jenis abu (limbah) akibat pembakaran batubara yaitu, abu-terbang (fly ash /FA) dan abu-dasar (bottom ash /BA). Pengelolaan dua jenis abu (limbah) ini dilakukan dengan dua cara yaitu pertama melalui alat penangkap abu atau yang disebut Electrostatic Precipitator (ESP) dan dengan mengumpulkan lansung abu-dasar (BA) yang terdapat di sekitar boiler.

“Abu jenis FA adalah abu yang terbang ke udara kami ambil melalui alat ESP itu. Sedangkan abu jenis BA, abu yang mengendap lansung disekitar boiler,” katanya.

Dijelaskannya, salah satu cara untuk menangani abu hasil pembakaran batubara ini agar tidak menjadi limbah dengan menjadikan abu tersebut memiliki nilai keekonomian. Yaitu, mengubahnya menjadi bahan pengisi untuk keperluan konstruksi. “Pemanfaatan abu batubara ini pertama untuk semen, bahan bangunan (paving block) dan keperluan pertanian,” kata Hanafi Nur Rifai.

Dalam keterangannya, Hanafi Nur Rifai menyatakan bahwa UP Suralaya bebas dari limbah abu batubara. Hal ini dapat dibuktikan dari penghargaan yang terima UP Suralaya dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) peringkat Hijau periode 2014-2015. “Tahun 2014 – 2015, UP Suralaya raih pringkat Proper Hijau,” katanya.

Peringkat Hijau artinya Perusahaan tersebut sudah melaksanakan tanggung jawab utamanya seperti memenuhi persyaratan wajib tentang dokumen lingkungan, upaya pengendalian air, upaya pengendalian pengeluaran emisi udara, pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).  

“Sebenarnya, kami juga telah melaksanakan program CSR (Corpotare Social Rsponsibility) seperti membangun tempat rekreasi perbaikan jalan dan fasilitas umum lainnya,” kata Hanafi Nur Rifai.

Sementara, pada bagian lain, I. Made Suprateka, menjelaskan dalam menjalankan operasional pembangkitan, PLN memiliki integrasi dengan pihak-pihak lain yang berperan di belakang, misalnya, pemasok batubara. “Agar masyarakat mengetahuinya bahwa PLN itu memiliki integrasi dengan pihak lain dalam menjalankan operasinya. Oleh karena itu, bila terjadi gangguan seperti pemadaman, misalnya, ini harus dilihat secara seksama. Tapi, masyarakat tidak demikian, bila listrik padam langsung menampar PLN,” katanya.

Contoh konkrit, kata I. Made, bahan baku listrik Suralaya adalah batubara. Batubara ini dipasok oleh pemasok batubara. Pemasok barubara ini, merupakan bagian dari integarsi yang memiliki peran penting dalam menunjang kinerja pembangkitan. Menurutnya, jika terjadi hambatan pada suplai batubara tentu akan mengganggu kinerja operasional pembangkitan.

Menyinggung pasokan batubara untuk pembangkit Suralaya, M. Hanafi Nur Rifai, menyatakan jelang lebaran Idul Fitri tahun ini, pasokan batubara untuk pembangkit, aman. Menurutnya, untuk menghadapi lebaran, pihaknya selalu meningkatkan stok batubara mencukupi 20 hari ke depan ditambah menjadi 30 hari kedepan.

“Insya Allah stok batubara aman! Karena, setiap tahun untuk menghadapi jelang lebaran, kami selalu meningkatkan stok batubara mencukupi untuk 20 hari ditingkatkan menjadi 30 hari kedepan,” kata Hanafi Nur Rifai. (mulkani)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category