Other

Lemigas: Biosolar Terkontaminasi Sejak Di Atas Kapal

img title

Jakarta, petroenergi.id - Akhirnya terjawab penyebab biodiesel  yang disalurkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bisa tercampur air laut. Uji laboratorium menunjukkan  kontaminasi itu terjadi ketika proses pengiriman di atas kapal.

Sebelumnya, PT Pertamina melalui Vice Presiden Corporate Communications, Wianda Pusponegoro,  sejak awal kasus tersebut muncul sudah mensinyalir kontaminasi itu terjadi sama persis dengan hasil uji laboratorium Lemigas. “Sumber masalah diduga ada pada tangki fame yang terkontaminasi air. Diduga dari penerimaan kapal pengangkut (transportir),” ujar Wianda kepada wartawan ketika itu.

Lemigas telah melakukan pengujian terhadap sepuluh sampel. “Lemigas mengidentifikasi bahwa produk biodiesel yang disalurkan oleh kapal SPOB Seroja XV mengalami kontaminasi dengan air laut.” Demikian penjelasan Direktur Jenderal Energi  Baru Terbarukan dan Konservasi  Energi (EBTKE), Rida Mulyana, beberapa  waktu lalu.

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kenaikan parameter kadar air dan kadar korosi mulai dari titik kapal hingga tangki penyimpanan. "Saya harap kejadian serupa tidak terulang lagi," tandas Rida, dengan berharap Pertamina lebih meningkatkan standar pengecekan produk biodiesel secara menyeluruh.

Akibat kasus tersebut, Pertamina sempat melakukan penghentian sementara penyaluran biosolar di sejumlah  SPBU yang mendapat pasokan dari  Terminal  BBM Plumpang,  Jakarta. Selanjutnya Pertamina menggantinya dengan menyalurkan solar murni.

Di  tengah menyeruaknya kasus tersebut, realisasi penyerapan biodiesel saat ini sudah  menyentuh angka tertinggi yaitu 2,52 juta kiloliter (KL)  atau 87 persen dari target penyaluran sebesar 2,9 juta KL di 2016.

"Ini  sejarah, penyaluran bisa mencapai 2,5 juta KL dalam setahun. Akhir tahun sepertinya bisa 95 persen, karena Mei lalu ada sedikit delay pasokan FAME, ditambah insiden biosolar tercampur air, dampaknya  5.000 KL. " kata Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana kepada pers seperti diberitakan situs ebtke.go.id.

Realisasi penyaluran biodiesel tahun ini lebih tinggi dibandingkan 2014 yang mencapai  1,9 juta KL. Sementara penyaluran tahun 2015 hanya 480 ribu KL. Konsumsi biodiesel memberikan penghematan devisa mencapai Rp8,05 triliun dan penurunan emisi GRK 2,91 juta ton CO2. (san/*)

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category