Other

Laba Q1 Melesat 90%, Bumi Resources Minerals Bidik Akuisisi

img title

Petroenergy.id, JAKARTA - Anak usaha PT Bumi Resources di bisnis tambang emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mencatatkan laba bersih US$ 165.057 atau setara dengan Rp 2,43 miliar (asumsi kurs Rp 14.700/US$) pada kuartal I-2020, melesat 90% dari periode yang sama tahun lalu US$ 86.650.

Berdasarkan laporan keuangan BRMS, laba bersih ini dibukukan di tengah penurunan pendapatan perusahaan menjadi US$ 991.860 atau Rp 14,58 miliar turun 21% dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,26 juta atau Rp 18,53 miliar.

Pendapatan ini merupakan jasa penasehat pertambangan yang diberikan oleh BRSM terhadap Bellridge Holdings Limited (Bellridge) untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020 dan 2019 masing-masing sebesar US$ 892.000 dan US$1.260.530 dan hasil dari penjualan persediaan bijih di stockpiles milik PT Citra Palu Minerals (CPM), entitas Anak, untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020 sebesar US$ 99.860.

Mengacu data laporan keuangan, Bumi Resources memiliki saham BRMS sebesar 35,73% per31 Maret 2020.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2019, BRMS membukukan laba US$ 1,2 juta setelah tahun sebelumnya mencatatkan rugi US$ 103,44 juta. Kenaikan laba bersih ini didukung oleh penjualan yang melesat 277,37% atau senilai US$ 4,46 juta dibandingkan 2018 senilai US$ 1,18 juta.

"Tahun 2019 diwarnai oleh pembangunan yang cukup besar di lokasi tambang Poboya, Palu. Kami juga telah menyelesaikan konstruksi atau fasilitas produksi dengan kapasitas pemrosesan sebesar 500 ton bijih per hari," kata Direktur Utama BRMS Suseno Kramadibrata dalam siaran resminya, Selasa (07/04/2020).

Perusahaan juga telah berhasil menyelesaikan uji coba produksi atas dore bullion atau batangan logam yang belum murni karena masih mengandung emas, perak, dan mineral lain pada kuartal I-2020. Fasilitas produksi di Poboya telah memproduksi 10 kilogram dore bullion sepanjang kuartal I-2020.

Manajemen BRMS mengungkapkan, dalam laporan keuangan, bahwa pada 31 Maret 2020, Grup BRMS hanya memiliki sumber pendapatan terbatas.

Sebab itu, rencana strategis Grup setelah diperolehnya izin Operasi Produksi untuk CPM adalah mengupayakan segera berproduksi komersial dengan menyelesaikan pabrik pengolahan emas dengan kapasitas produksi 500 ton per hari dilokasi Kontrak Karya CPM.

Sedangkan untuk PT Gorontalo Minerals (GM), menyusul diperolehnya izin Operasi Produksi, BRMS mengkaji alternatif pendanaan terbaik yang diperoleh dari skema kemitraan strategis ataupun project financing untuk memulai aktivitas konstruksi. 

Ekspansi

Selain itu, dalam rangka pengembangan pertambangan mineral, manajemen BRMS menegaskan bermaksud mencari aset potensial mineral-emas, baik melalui pengambilalihan aset pertambangan mineral di wilayah Indonesia atau dengan cara lain yang menguntungkan bagi BRMS.

"Upaya lain kami adalah mengkaji alternatif penyelesaian kewajiban kepada Wexler Investment Pte. Ltd," tulis manajemen BRMS.

Di samping itu, perseroan juga melakukan upaya-upaya yang diperlukan dalam rangka memperoleh kontrak Penyediaan Jasa Konsultasi Teknis Pertambangan untuk menambah sumber pendapatan.

"Grup bergantung pada dukungan keuangan berkelanjutan yang diberikan entitas induk. Grup telah menerima surat dari entitas induk yang menyatakan akan memberikan dukungan keuangan kepada Grup atas penyelesaian kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan ke depan," tegas manajemen.

Saham BRMS masih diperdagangkan di level Rp 50/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 3,12 triliun, dengan penurunan dalam 6 bulan terakhir minus 11%. [babeh/cnbcindonesia.com]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category