Other

KSPMI Sesalkan Inkonsistensi Masa Jabatan Direksi Pertamina

img title

 

Jakarta, petroenergy.id-- Faisal Yusra, Presiden KSPMI (Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia) menyesalkan adanya inkonsistensi masa jabatan Direksi Pertamina dimana telah mengalami pencopotan/pergantian 7 kali rezim Direksi hanya dalam kurun waktu 14 tahun.

"Ini menunjukkan bahwa penunjukkan atau pergantian rezim direksi dilakukan dengan "gegabah: sehingga menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu dan berpotensi menimbulkan dugaan yang beragam.

Menurutnya, pencopotan Direksi yang berprestasi adalah membuktikan pejabat yang berwenang mengakui kebenaran statement ngawur Menteri BUMN masa lalu bahwa "MONYET PUN MEMIMPIN PERTAMINA PASTI UTUNG".

KSPMI mengkhawatirkan pencopotan, pengisian atau kemungkinan pergantian Direksi berpotensi dijadikan ajang bancaan, konspirasi dan transaksional karena PERTAMINA dengan program pengembangannya yang progresif memiliki banyak proyek investasi dengan anggaran trilyunan yang tentunya akan menarik bagi banyak pihak.

KSPMI meminta Menteri BUMN untuk lebih hati-hati bila melakukan perombakan rezim direksi PERTAMINA termasuk mengabaikan aspirasi pihak manapun yang tak relevan sesuai UU BUMN Pasal 91, sehingga PERTAMINA bebas dari intrik politik, pemburu rente, calo jabatan dan pihak-pihak yang mengusung pemikiran unprofessional conduct lainnya*.

KSPMI meminta Ibu Rini Soemarno - Menteri BUMN untuk mendengarkan aspirasi Pekerja melalui organisasi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)*, yang merupakan anggota KSPMI, sebagai other opinion terkait dengan hal-hal yang berkembang di PERTAMINA termasuk informasi tentang kepemimpinan.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category