Other

KPC Terapkan Teknologi Konveyor Belt Tercepat Di Dunia

img title
Jakarta, PetroEnergy.id - PT Kaltim Prima Coal (KPC)  beralih pada penggunaan teknologi integrated Drive Systems (IDS) yang dipadukan dengan teknologi automasi.  Dengan teknologi IDS, sabuk konveyor overland KPC menjadi tercepat di dunia.
 
"Kami senantiasa melihat ke depan dan mencari cara untuk terus berinovasi, meningkatkan operasional dan menjadikan proses produksi kami lebih ramah lingkungan," ujar Poltak Sinaga, GM PT KPC, Selasa (22/6/2016) di Jakarta.
 
Teknologi kekinian itu merupakan produk terkini dari Siemens. "Teknologi IDS Siemens memungkinkan operasional yang handal pada sabuk konveyor berkecepatan tinggi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi biaya tinggi. Dan hanya satu-satunya di dunia adalah kami," ujar Stefanus Arif, Kepala Divisi Digital Factory dan Divisi Process Industries & Drives PT. Siemens Indonesia.  
 
KPC menggandeng Siemens dalam penerapan teknologi ini untuk menggantikan teknologi lama pada sembilan dari 49 ban berjalan (konveyor belt) yang ada di KPC.
 
"Sejak penerapannya, kami telah mengamati keandalan teknologi yang mampu secara mulus menjalankan konveyor ini pada kecepatan tinggi, dengan penghematan energi yang meningkat tajam dan tanpa kendala apapun," tutut Poltak Sinaga.
 
Siemens sendiri beberapa waktu lalu telah merampungkan pemasangan conveyor belt overland tercepat di dunia untuk KPC, salah satu operator pertambangan terbuka terbesar di dunia.
 
"Teknologi IDS dari Siemens adalah pilihan paling tepat bagi kami karena kemampuannya dan kesesuaian solusi yang ditawarkan dengan kebutuhan kami," ujar Poltak Sinaga menambahkan.
 
Produksi KPC pun mampu dipacu hingga bisa mencapai 60 juta ton batubra untuk tahun 2016. Namun harus ada persetujuan pemerintah dulu untuk meningkatkan produksi," tandas Poltak.
 
Berbasis di Sangatta. Kalimantan Timur, KPC mengelola area pertambangan seluas lebih dari 90.000 ha dan menghasilkan lebih dari 50 juta ton batubara per tahun, setara dengan sekitar seperenam dari perkiraan ekspor batubara Indonesia tahun 2016. 
 
Namun, dengan menurunnya permintaan batubara dari Tiongkok, ditambah lagi dengan potensi ekspor batubara ke India, perusahaan tambang batubara di Indonesia harus memproduksi batubara dengan lebih cepat dannharga yang lebih rendah agar tetap kompetitif. (san)

 

 
ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category