Energy

Konsorsium Pertamina Berpeluang Menangkan Tender PLTGU Jawa 1

img title

Jakarta, petroenergy.id - Konsorsium Pertamina - Marubeni Corporation, disebutkan sebagai peserta tender yang menawarkan harga terendah dibandingkan dua konsorsium lain, yaitu konsorsium Adaro-Sembcorp dan konsorsium PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) - PT Rukun Raharja Tbk dan Mitsubishi Corporation.

Oleh karena itu Konsorsium Pertamina dimungkinkan untuk memenangkan terder proyek pembangunan PLTU Jawa 1.

Sementara, konsorsium PT Medco Power Generation Indonesia - Nebras Power dan Korea Electric Power Corporation (Kepco) sudah gugur pada tahap pertama tender. 

Disebutkan, selisih harga penawaran konsorsium Pertamina dengan Adaro mencapai lebih dari US$ 2,3 miliar atau hampir Rp 30 triliun. Seperti dilansir katadata, Senin (10/10), selisih ini dihitung berdasarkan perbedaan harga jual listrik per kwh (kilowatt hour) antara Pertamina dan Adaro selama 25 tahun.

Dijelaskan pula, salah satu faktor utama Pretmina bisa menekan harga jual listrik adalah penggunaan teknologi pembangkit. General Electric akan menyediakan teknologi pembangkit listrik CCGT, yaitu 9HA.

Teknologi ini  telah terbukti telah banyak digunakan pembangkit listrik di dunia. Dengan teknologi ini,  dapat meningkatkan efisiensi pembangkit menjadi di atas 61 persen. Apalagi, proyek PLTGU IPP Jawa I berkapasita 2x800 Mega Watt ini merupakan salah satu proyek pembangkit terbesar di Indonesia dalam program pemerintah yaitu 35.000 MW.

Namun, manajemen Pertamina tidak mau berkomentar banyak mengenai hal tersebut. “Yang tahu dan berwenang menjawab itu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),” kata Ketua Konsorsium Pertamina, Ginanjar,  Senin (10/10).

Ginanjar juga belum tahu mengetahui keputusan PLN, apakah memenangkan konsorsium Pertamina untuk membangun pembangkit listrik Jawa 1. "Kami masih menunggu pengumuman PLN."

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso juga enggan menanggapi peluang Pertamina memenangkan tender Proyek Jawa 1 lantaran proses tender masih berlangsung. “Belum selesai lelangnya,kok sudah menang,” katanya, Senin (10/10).

Sekadar informasi, Proyek Jawa 1 merupakan proyek listrik terbesar yang menggunakan gas dalam megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Nilai proyek atau investasinya mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun. Pemenang proyek ini memiliki masa konsesi selama 25 tahun. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category