Business

Konsorsium Blok East Natuna Masih Kaji TMR

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berharap TMR (Technology and Market Review) Blok East Natuna bisa diselsaikan dengan cepat oleh konsorsium agar penandatanganan kontrak Blok East Natuna setidaknya bisa dilakukan di tahun ini.

Bahkan demi mempercepat, konsorsium Blok East Natuna yang terdiri dari Pertamina, Exxon Mobil dan PTT Thailand diperbolehkan Pemerintah melakukan pemilihan hal-hal teknis lainnya tanpa harus melakukan proses lelang.

Menjawab hal ini, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menyatakan untuk penyelesaian TMR untuk Blok East Natuna ini memang tidak mudah. Pertamina dan konsorsium rencananya akan merampungkan pada tahun 2018. Setelah itu Konsorsium baru akan menentukan langkah selanjutnya.

"Tidak mudah karena 72 persen gas Blok East Natuna mengandung CO2. Ini bisa menyebabkan harga gasnya tinggi disebabkan membutuhkan teknologi pemrosesannya yang mahal. Konsorsium juga harus mempertimbangkan siapa buyer untuk gas nya nanti," kata Syamsu kepada awak media 12 Januari 2017 di Jakarta.

Sementara itu, Vice President Public and Governent Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto menyatakan bahwa pihaknya menargetkan TMR akan diselesaikan tahun 2017. "Tapi sekarang kami masih kaji TMR itu dengan detail dan hati-hati dulu. Sebab ada aspek pemilihan teknologi yang harus benar-benar matang," katanya kepada PetroEnergy, Rabu 25 Januari 2017. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category