CSR

Konsep Keseimbangan Lingkungan dan Manusia Dalam Program CSR Medco E & P Indonesia

img title

Program Corporate Social Responsibility (CSR) makin menarik dan inovatif dijalankan oleh banyak korporasi hingga menyentuh sampai ke akar masalah masyarakat. Seperti apa kontribusi program CSR Medco Energi?

Dimana Medco Energi E&P Indonesia beroperasi disitu ada keseimbangan: keseimbangan lingkungan dan manusia. Konsep dasarnya adalah  memberikan energi yang berkelanjutan yang diimplementasikan melalui program CSR.

Dinukil dari buklet  yang diterbitkan Medco E&P Indonesia berjudul  “Energi Berkelanjutan”  bahwa sejak awal menekuni  usaha di bidang minyak dan gas bumi (Migas), yang lamanya lebih dari tiga dekade belakangan, Medco E&P Indonesia acap melakukan aktivitas eksplorasi, eksploitasi dan produksi.

Aktivitas  eksplorasi, eksploitasi dan produksi itu pula menjadikan korporasi terbiasa berdampingan dengan Pemerintah, masyarakat serta peka terhadap aspek lingkungan. Hal ini pula yang medorong Medco E&P Indonesia menciptakan keseimbangan lingkungan dan manusia yang diaplikasikan dalam kegiatan CRS tersebut.

Perwujudan dari  komitmen itu, Medco E&P mengkemasnya dalam program-program, yaitu: Program Akses terhadap Kebutuhan Desa; Pengembangan Ekonomi Lokal; Pendidikan dan Pelatihan; serta Peningkatan Kualitas  Lingkungan di setiap wilayah operasi Medco yang menyebar di Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan dan Sulawesi

Keseimbangan Lingkungan dan Manusia

Bagi setiap perusahaan wajib menciptakan program keseimbangan lingkungan dan manusia yang, berada disetiap wilayah operasinya. Oleh karena itu, Medco E&P Indonesia melaksanakan program ini melalui program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasi, salah satunya adalah di Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantau Utara.

Pada kegiatan ini Medco E&P Indonesia bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat, melakukan pengelolaan limbah pasar menjadi suatu yang memiliki nilai ekonomi dengan melibatkan komunitas. Sejak tahun 2006, Medco “E&P Indonesia berhasil mengelola sampah terpadu rata-rata 84.275kg per tahun.

Di tempat pengelolaan sampah yang lebih dikenal dengan sebutan TIS-KEBAL yang berada di pasar Tenguyun, itu telah menjadi pusat pembuatan kompos. Maka, tak heran kalao kini  pusat pembuatan kompos tersebut menjadi salah satu destinasi di Kota Tarakan yang, dikujungi oleh  rata-rata 400 pengujung pertahun.

Tida hanya itu, TIS-KEBAL ini menjadi tempat magang dan kuliah kerja nyata bagi mahasiswa yang akan mencapai jejnajng perguruan tinggi.

Kemudian, hal yang tak kalah menariknya adalah, Medco E&P juga mengembangkan program  Adaptasi Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana (APIMB) di Blok Tarakan. Sejak tahun 2014, Medco E&P bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk aksi APIMP Pulau Tarakan. Tujuan dari program ini antara lain adalah memperbaiki ekosistem kawasan Pulau Tarakan. Sementara, aktivitas pada program ini antara lain adalah melakukan replantasi, agrosilvopastural, pembibitan berbasis masyarakat dan konsevasi tanaman dan satua langka.

Sisi lain dari kegiatan pengembangan ekonomi lokal, juga dapat dilihat dari  program budidaya ikan. Pengembangan budidaya ikan yang dibentuk sejak 2007, menerapkan konsep budidaya ikan karang, seperti Kerapu yang lebih dimintai masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anabas.

Tak tangung-tanggung, memang, program pengembangan budidaya ikan ini pun  bekerjsama dengan Institut Pertanian Bogor (ITB). Melalui kerjasama ini melibatkan sedikitnya 125 nelayan dari 12 desa yang tergabung dalam sebuah kelompok nelayan, dan melalui Keramba Jaring Apung (KJA) budidaya ikan kini mempu memenuhi permintaan akan benih ikan yang dibutuhkan masyarakat di sana.

Sejak menjadi usahan binaan Medco E&P, KJA itu kini telah menjelma menjadi Balai Benih Ikan (BBI) yang terpercaya di Kota  Tarakan dengan kapasitas mampu menyalurkan 39.667 benih ikan dengan total omset mencpai Rp1,245 miliar.

Pertanyaannya, Wilayah Kerja (WK)  mana saja program CSR ini lakukan. Ya, tentu di  seluruh  WK Medco E&P  yaitu: Blok A, WK Sumatera Selatan, WK Kepulauan Riau, WK Kalimatan Barat dan WK Sulawesi Tengah.

Untuk mengetahui aktivitas dan kontribusi  progam CSR Medco E &P  terkini, penulis mengutip penjelasan dari CSR Manager Indonesia West Aset Medco, Bondan Brillianto. Ketika ia berada di arena "The 43rd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2019",  Jakarta Convetion Center, Jakarta, Kamis (5/9/2019), Bondan mengatakan, program CSR Medco di wilayah Sumatera Selatan.

Bondan Brillianto mengatakan, salah satunya pengembangan petani padi organik dibawa binaan Medco E&P dalam program CSR di Wilayah Kerja Sumatera Selatan. Menurutnya,  terhitung sejak 2008 hingga 2018, total padi yang dipanen mencapai Rp 285 miliar. "Untuk kawasan ini, total lahannya 700 hektar (ha). Hitung satu tahun dua kali panen, income mereka mencapai Rp 285 miliar," katanya.

Program pemberdayaan petani dalm program padi organik ini memang sudah dimulai sejak 2008. Menurt Bondan,  hingga kini telah melakukan panen sebanyak  20 kali panen di wilayah Sumatera Selatan. Padi organik memiliki pasar sendiri, yang menurutnya banyak peminat. "Hasilnya langsung diraskan oelh para petani. Petani di sini juga terhindar dari tengkulak dan ijon, yang membuat harga panen rendah," tambah Bondan.

Dari rangakaia progam CSR yang telah dijalankan oleh Medco E&P,  diataranya telah mendapat apresiasi dan penghargaan dari berbagai lembaga, salah satunya penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk Blok Rimau, yaitu Piala PROPER Emas 2011 - 2018. Sementara,  penghargaan Certificat of Recognition and Millenium Development Goals 2009 - 2010, ini diterima dari Perserikatan Bangsa- Bangsa dan Metro TV dibidang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan serta lingkungan melalui program SRI Organik. (Mulkani)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category