Oil & Gas

Kondisi Hulu Migas Krisis, Tenny Wibowo: IPA Convex Ke-40 Harus Tetap Dilaksanakan

img title

Jakarta – Direktur Indonesian Petroleum Assoiation (IPA), Tenny Wibowo, mengungkapan, meskipun industri  perminyakan nasional sedang mengalami krisis, namun event tahunan  IPA Convention and Exhibition  (Convex) ke-40 tetap harus dilaksanakan.

Tenny Wibowo mengatakan hal itu dalam jumpa pers di Bimasena Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (15/4) berkaitan dengan pelaksanaan  IPA Convex ke 40 yang akan berlangsung pada tanggal 25 – 27 Mei 2016 di Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Menurutnya, harga minyak dunia sempat berada di atas US$ 100/barel, namun  kini  turun di bawah US$ 40 per barel. Dapak dari penurunan dratis, pendapatan perusahaan-perusahaan hulu migas berkurang hingga 70%, menyebab kan banyak perusahaan yang jatuh ke dalam kondisi krisis.

"Kami dalam kondisi krisis yang luar biasa, pengurangan revenue sampai 60%-70% itu luar biasa dampaknya," kata Tenny Wibowo, yang juga Presdir Santos Indonesia  itu.

Menurutnya , untuk  menyelamatkan industri hulu migas yang sedang dalam kondisi kritis akibat jatuhnya harga minyak hingga 70% dalam 2 tahun terakhir, IPA mengusulkan sejumlah insentif kepada pemerintah.

Tenny Wibowo menjelaskan, pertama  IPA akan mengusulkan skema bagi hasil (split) yang lebih fleksibel,yakni  disesuaikan dengan harga minyak. Bila harga minyak sedang rendah, bagian negara dikurangi dan bagian untuk KKKS diperbesar. Split dapat dikembalikan seperti semula ketika harga minyak naik ke posisi tertentu.

IPA juga akan menyapaikan usulan kepada Pemerintah terkait keinginan  perusahaan migas meminta keringanan pajak eksplorasi. Menurutnya,  jika dimungkinkan pajak eksplorasi baru dibayarkan ketika lapangan sudah berproduksi dan  sudah menghasilkan minyak dan atau gas.

IPA, kata Tenny Wibowo, mengusulkan agar jangka waktu eksplorasi bisa dibuat lebih fleksibel. Misalnya, di saat harga minyak sedang rendah, jangka waktu eksplorasi bisa disetop, tidak diperhitungkan.

Dicontohkan,  batas waktu eksplorasi yang diberikan pemerintah 10 tahun, harga minyak jatuh di tahun ke-7, maka pemerintah bisa membekukan sementara batas waktu eksplorasi. Maka, sisa waktu 3 tahun baru diperhitungkan lagi saat harga minyak naik ke posisi membaik.

Sementara, IPA  Convex  ke-40 dengan tema “Shifting Paradigms in Indonesia – Supplying Energy in the New Reality” akan menggelar tiga sesi diskusi pleno, yaitu menyelamatkan industri migas Indonesia di tengah turunnya harga minyak, reformasi antar-sektor sebagai kunci keberlanjutan energi. dan tata kelola gas dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi Indonesia.

Selain diskusi pleno, akan diadakan sesi khusus mengenai migas sebagai katalisator pembangunan daerah. Juga akan digelar diskusi kelompok terarah (FGD) hingga pameran teknologi terbaru di bidang migas pada 20 April 2016 dengan tema “Dampak Tersembunyi Harga Minyak Rendah terhadap Ketahanan Energi Nasional.” (mulkani)

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category