Oil & Gas

Komite Eksplorasi Nasional Tingkat RRR 100% sampai 10 Tahun Mendatang

img title

Jakarta, petroenergy.id - Laporan  pencapaian Komisi Eksplorasi Nasional (KEN) memasukkan targetan pencapaian RRR Reserve Replacement Ratio (RRR) 100 % melalui usaha eksplorasi dalam 10 tahun ke depan (2025).  Dengan demikian, masalah eksplorasi  akan  diseriusi dan terukur menjadi KPI (Key Performance Index) bagi targetan pemerintah ke depan. Demikian siaran pers dari KEN yang ditrima PE pada 9 Septmber 2016.

Target pencapaian RRR 100% tersebut, merupakan target penambahan produksi minyak dan gas bumi  dari target eksplorasi. Berdasarkan catatan  produksi migas dari lapangan-lapangan yang sudah disetujui POD-nya dan dari lapangan existing, ternyata produksinya terus menurun secara alamiah.

Sementara pertambahan produksi  diantaranya didapat dari potensi sumber daya migas sebesar 5,2 miliar BOE (Barrel Oil Equivalent) berasal dari temuan-temuan baru (discovery) dan potensi sumber daya migas sebesar 16,6 miliar BOE (Barrel Oil Equivalent) dari kegiatan eksplorasi awal.

Berdasarkan  Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Komite Eksplorasi Nasional mengusulkan enam sasaran pengembangan energi dari minyak bumi . Pertama meningkatkan rasio pemulihan cadangan minyak bumi hingga mencapai 100% pada tahun 2025, dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi secara masif menjadi tiga kali lipat.

Kedua, memastikan produksi minyak bumi tidak kurang dari 568 ribu bopd pada tahun 2025 (dengan tambahan dari hasil eksplorasi dan EOR (Enhanced Oil Recovery)).

Ketiga, memperbaiki tata kelola data hulu migas dalam rangka meningkatkan penawaran dan pengembangan WK migas, antara lain dengan menerapkan keterbukaan data migas dan tidak menjadikan data migas sebagai objek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) semata.

Kempat, meningkatkan keterlibatan negara dalam pendanaan kegiatan eksplorasi melalui mekanisme pendanaan dari sebagian pendapatan negara dari migas (petroleum fund) yang merupakan bagian dari premi pengurasan (depletion premium) atau dari sumber pendanaan lainnya.

Kelima, menyempurnakan sistem, syarat dan ketentuan Kontrak Kerja Sama migas konvensional dan non-konvensional yang lebih menarik bagi investasi.

Kenam, melakukan riset dasar eksplorasi migas dalam rangka meningkatkan cadangan migas dengan pendanaan APBN, antara lain riset migas non-konvensional, riset sistem petroleum pra-tersier, riset sistem petroleum gunung api, dan riset gas biogenik.

Sementara KEN mengusulkan dua sasaran pengembangan energi dari gas bumi. Pertama, Meningkatkan rasio pemulihan cadangan gas bumi hingga mencapai 100% pada tahun 2025, dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi secara masif menjadi tiga kali lipat. Kedu, memastikan produksi gas bumi menjadi tidak kurang dari 6.700 MMSCFD pada tahun 2025.

Dengan masuknya target kuantitatif eksplorasi dan EOR (Enhanced Oil Recovery) ke dalam profil produksi minyak bumi Indonesia, maka  KEN mengharapkan, produksi minyak bumi Indonesia pada tahun 2016 sebesar 700 ribu BOPD atau 10 kali lipat lebih besar daripada proyeksi business as usual yang hanya 70 ribu BOPD.

Sedangkan untuk gas bumi,  KEN memasukkan target kuantitatif dari eksplorasi. Diharapkan pada 2050, produksi gas Indonesia adalah sebesar 5.7 BCFD, lebih dari 2 kali lipat dari proyeksi business as usual yang hanya 2.4 BCFD. (pe)

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category