Energy

Ketua METI: Indonesia Tertinggal Dibandingkan Thailand Atas Pemanfaatan ET

img title

Jakarta, petroenergy.id - Ketua Masyarakat Energi Terbarukan (METI) DR Surya Dharma mengatakan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih menghadapi tantangan. Diantaranya kondisi sistem kelistrikan di Indonesia dan tingkat elektrifikasi yang masih di bawah 90%.

Kondisi itu secara lugas di sampaikan Ketua METI pada presentasi dalam sesi  Energy Planning at a Region and Local scala pada acara SETA 2017, hari kedua, 8/3, di BITEC Bangkok. Selain Ketua METI, tampil sebagai pinalis dari Laos dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Menurutnya perkembangan pemanfaatan energi terbarukan (ET) di Indonesia kurang cepat dibandingkan di Thailand. Sementara senior METI, Djoko Winarno mengatakan, ada sejumlah potensi kerjasama antara Thailand dan Indonesia di bidang energi terbarukan.

Hadir pada acara  itu staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bidang perekonomian, Agustaviano Sofyan, atase perdagangan Rita Mutiawati dan staf KBRI lainnya.

Usai menyampaikan presentasi, Ketua METI dan rombongan dijamu makan siang oleh Duta Besar RI untuk  Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi di Wisma Indonesia  di kawasan KBRI seluas 2,5 hektar.

Sementara Sekjen Asosiasi Energi Angin Indonesia, Ifnaldi Sikumbang yang ikut dalam rombongan METI mengatakan, industri energi angin di Thailand sudah sangat maju.. Di sana mempunyai manufaktur turbin jenis low wind speed wind turbine yang cocok untuk untuk kondisi energy di Indonesia. “Sekarang ini Thailand sudah install sekitar 100 MW,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Duta Besar RI, Ahmad Rusdi mengharapkan terjadi saling investasi diantara kedua Negara dan akan mensupport  kerjasama Thailand dengan Indonesia di bidang energy terbarukan. (if/ytn)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category