Oil & Gas

KEN Usul Data Migas Jangan Jadi Objek PNBP

img title

Jakarta, PetroEnergy.id-- Ketua Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Andang Bachtair dalama siaran pers yang diterima PetroEnergy hari ini 5 Agustus 2016 mengusulkan terkait keterbukaan Data Migas, pihaknya menilai perlu mendorong paradigma baru pengelolaan data migas, yaitu data sebagai infrastruktur (bukan komoditi) dengan akses data gratis, mudah, dan lengkap (dilakukan law enforcement penyerahan data dari KKKS ke Pemerintah), tidak menjadikan data sebagai objek PNBP, serta penguatan kelembagaan pengelolaan data.

"Hal ini perlu dilakukan mengingat turunnya harga minyak dunia yang berakibat berkurangnya kegiatan eksplorasi migas. Adapun untuk mewujudkan hal tersebut, KEN merekomendasikan agar dilakukan revisi pada Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2006 yang memuat tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Data Migas," kata Andang.

Andang menjelaskan bahwa saat ini langkah awal yang sudah dilakukan oleh KEN bersama instansi Pemerintah lainnya dalam upaya mewujudkan keterbukaan data migas untuk meningkatkan investasi eksplorasi migas tebersama dengan PUSDATIN dan Ditjen Migas telah membuka data hasil Joint Study yang dilakuklah an oleh Perguruan Tinggi dengan Ditjen Migas. Saat ini telah dibuka data 9 (Sembilan) wilayah terbuka, yang terdiri dari Wilderman, West Berau, Wamena, Southwest Bengara, Southeast Halmahera, Selayar, Rupat Offshore, Monu, dan Miango. Pada data tersebut ditampilkan potensi migas berupa file lead and prospect dan volumetric dari masing-masing wilayah. Adapun data joint study yang telah dikerjakan oleh Perguruan Tinggi dan Ditjen Migas berjumlah lebih dari 100 area dan akan terus dibuka secara bertahap serta ditambah isi dari attachment filenya. Data joint study ini dapat diakses pada http://geoportal.esdm.go.id/jointstudy/.

Selain itu, KEN bersama dengan PUSDATIN telah membuka data geokimia (TOC, Ro, Tmax, HI, OI, S1, S2, S3, Umur, dan sebagainya). Saat ini sudah dibuka 41 data geokimia sumur yang tersebar di Cekungan Bintuni dan Offshore Jawa Timur Bagian Utara, dan data geokimia sumur ini akan terus ditambahkan secara berkelanjutan. Data geokimia ini dapat diakses pada http://geoportal.esdm.go.id/geokimia/.

"KEN mendorong dilakukannya keterbukaan data untuk industri migas yang harus dilakukan secepatnya, termasuk data sumur eksplorasi migas yang umurnya sudah lebih dari 4 tahun dari lapangan-lapangan yang sudah berproduksi di seluruh Indonesia," tambahnya.

Disisi lain Andang menjelaskan bahwa KEN sejak 12 Juni 2015 dengan misi meningkatkan Reserve Replacement Ratio (RRR) > 100% dalam 5 tahun dengan menemukan cadangan-cadangan migas baru dan sekaligus mempercepat proses penemuan cadangan migas yang semula 6-10 tahun menjadi 3-5 tahun sejak block award sampai discovery.

"KEN juga telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah terkait dengan riset dasar migas (riset biogenik gas, petroleum pra tersier, petroleum gunung api, dan migas non konvensional), keterbukaan data (termasuk rekomendasi revisi Permen. No. 27 Tahun 2006), deregulasi hulu migas (termasuk rekomendasi revisi Peraturan Pemerintah PP No. 79 Tahun 2010), Wilayah Kerja Habis Kontrak dan Percepatan Eksplorasi serta skenario pengembangan Natuna Bagian Timur," tukas Andang.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category