Maritime

Kemenhub - MPA Singapura Gelar Workshop on Marine Environment Protection

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan bersama MPA Singapura menyelenggarakan Workshop on Marine Environmental Protection on Marpol Annex I and Annex VI, bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai ketentuan-ketentuan yang diatur dalam MARPOL Annex I and Annex VI  yaitu minyak, polusi udara dan efisiensi energi. 

Bertempat di Merlynn Park Hotel, Jakarta, workshop tersebut berlangsung dari 6-8 November 2017 dan merupakan realisasi dari hasil pertemuan 10th Meeting of the Training Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) yang telah dilaksanakan pada 3-4 November 2016 di Bali.

Menurut Kasubdit PMKK, Capt. Abdulrochman, dalam workshop ini ikut dibahas  Implementation and Enforcement terkait MARPOL – Rights and obligations, Port State Control, and How to response to non-compliance, serta isu yang mengemuka dari implementasi MARPOL Annex VI diantaranya GHGs, sulphur content, EEDI, emission control area.

Adapun peserta workshop berasal dari perwakilan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Syahbandar Utama, Kantor Pelabuhan Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I, II, III dan IV, serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I dan III.

Untuk kualifikasi peserta training diutamakan adalah para pegawai yang memiliki tupoksi berkaitan dengan Marine Enviromental Protection dan telah bertugas sekurang-kurangnya lima tahun dalam bidang tersebut serta mempunyai kemampuan berbahasa Inggris. Total jumlah peserta yang diundang sebanyak 32 orang.

Narasumber dari MPA Singapura adalah Mr Princet Ang, Principal Marine Surveyor (Port State Control), MPA Singapura dan Mr Aidan Ho, Senior Marine Surveyor (Flag State Control), MPA Singapura.

Abdulrochman juga menyampaikan bahwa Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari kapal adalah salah satu konvensi lingkungan laut internasional yang paling penting yang dikembangkan oleh International Maritime Organization dalam upaya meminimalkan pencemaran lautan, termasuk pembuangan, pencemaran minyak dan udara. -san

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category