Energy

Kedaulatan Energi Melalui Program PIT dan Konservasi Energi

img title

Jakarta, petroenergi.id  - Masyarakat sangat menanti keadilan di berbagai sektor. Melalui Program Indonesia Terang (PIT), negara akan hadir untuk memenuhi keadilan pada sektor kelistrikan.

Berbicara pada acara Sarasehan Media 2016 yang diselenggarakan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Hotel Neo, Sentul, beberapa wakatu lalau, Ketua Unit Pelaksana Program Indonesia Terang Said Didu mengatakan, mendapat akses untuk menikmanti terangnya listrik merupakan hak bagi seluruh rakyat baik di kota maupun di daerah terpencil. Oleh karena itu, melalui Program Indonesia Terang (PIT) negara harus adil kepada 9,9 juta yang belum mendapat akses listrik.

"Program ini mewujudkan keadilan, masih ada 9,9 juta masyarakat Indonesia belum mendapat listrik," kata Said Didu.

Menurutnya, program PIT ini menyasar kepada 12.659 desa di enam provinsi di Timur Indonesia yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat yang belum terjamah oleh jaringan listrik dari PT PLN (Persero).

“Program Indonesia Terang jangan diterjemahkan sebagai kami mengambil kerja PLN, tetapi kami bekerja sama dengan PLN. Semakin cepat PLN masuk, akan semakin cepat pula Program Indonesia Terang selesai menerangi desa-desa sasaran program,” kata Said Didu.

Program PIT mengutamakan sumber energi terbarukan untuk dapat memberikan listrik kepada masyarakat di daerah terluar Indonesia tersebut.

Sementara, di tempat yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, program yang telah dicanangkan oleh Menteri ESDM di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, pada 21 April 2016 lalu tersebut merupakan terobosan pemerintah untuk mempercepat kelistrikan di wilayah yang selama ini masih gelap gulita.

"Ini program terobosan agar listrik bisa segera dinikmati. Negara harus hadir dan program Indonesia Teranglah jawabannya," kata  Rida Mulyana.

Ditegaskan Siad Didi bahwa program PIT menargetkan enam provinsi di wilayah timur Indonesia yang belum mendapat mendapat akses listrik. PIT diharapkan dapat membuat wilayah-wilayah di Indonesia bagian timur menikmati listrik 24 jam seperti di wilayah-wilayah lain.

Target implementasi Program Indonesia Terang hingga tahun 2019 adalah tersedianya jaringan listrik di 12.659 desa yang ditetapkan sebagai sasaran program.

Dari total target tersebut, sebanyak 6.926 desa berada di enam provinsi di wilayah timur Indonesia, yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB. Total kapasitas yang perlu terpasang sebesar 350 MW dengan asumsi konsumsi rata-rata listrik per hari 1,5 kWh/KK.

Diakhir presentasinya, Said Didu menegaskan, program kelistrikan bagi daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau tersebut akan menggunakan sumber-sumber energi baru terbarukan sebagai sumber energi pembangkit listriknya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa, mikrohydro. mulkani

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category