Global

Kedatangan Raja Salman dan Peningkatan Peran Saudi Aramco

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Perjalanan kenegaraan Raja Salman ke Indonesia, Malaysia, Jepang dan China dinilai tak terlepas dalam rangka peningkatan peran Saudi Aramco. Moelis & Co di tunjuk sebagai penasehat investasi untuk dengan harapan kapitalisasi Aramco bisa mencapai USD 2 trilion. Disinyalir Moelis & Co juga berperan dalam sebagai proxy.

Mengutip dari economictimes.com, Moelis & Co adalah perusahaan boutique investment yang didirikan oleh konglomerat Kenneth D. Moelis tahun 2007. Perusahaan ini beberapa waktu lalu telah memenangkan mandat untuk divestasi Aramco.

Lantas kemana arah diversikasi investasi hasil IPO itu? Yang pertama adalah mendukung mitra strategis yang berhubungan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Yaitu mendukung aliansi dengan pembeli terbesar (main buyer) yaitu Jepang, China, Indonesia, dan AS. Maklum bahwa ikatan dengan main buyer dalam jangka panjang akan menjaga stabilitas nilai saham Aramco di bursa.

Kemudian yang kedua mengalihkan investasi di bidang financial network untuk menjaga likuiditas Perusahan melakukan leverage. Dengan demikian maka Aramco akan terjamin pertumbuhannya dan bisa terus memberikan Deviden untuk memenuhi APBN Saudi yang beberapa tahun belakangan ini defisit.

Mungkin dengan Jepang dan AS tidak ada masalah bagi Aramco untuk memperkuat aliansi jangka panjang. Tapi dengan China dan Indonesia agak sulit. Karena China sudah terikat aliansi dengan Iran dan Rusia. Sehingga agak sulit terjadi aliansi permanen. Kecuali case by case.

Tapinya, dengan Indonesia Arab Saudi nampak yakin bisa menarik Indonesia dan meng eliminate Iran dan Rusia melalui kedekatannya dengan elite politik Islam di Indonesia. Sebagai langkah awal Saudi akan membeli saham Petronas yang sedang terjepit. Dari ini digunakan sebagai pintu masuk pasar retail Indonesia. Ya karena Petronas sudah punya izin beroperasi di Indonesia.

Peran Aramco Di Indonesia

Harapan Pemerintah Jokowi dengan rencana strategis Raja Arab men divestasi Aramco adalah agar Indonesia bisa memainkan kartu dengan cantik, baik dalam bargain politik maupun mendapatkan term yang exciting dalam kemitraan investasi kepada Iran/ Rusia atau Arab. Sebenarnya Aramco memang sudah bereperan di Indonesia dimana tahun lalu telah bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero) untuk pelaksanaan proyek upgrading Refinery Unit IV Cilacap yang merupakan bagian Refinery Development Master Plan dengan perkiraan nilai investasi US$5,5 miliar.

Baru-baru ini, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi menyatakan, Pertamina tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang bagi Arab Saudi, khususnya Saudi Aramco untuk membangun kilang di Bontang. Hanya saja, perlu penilaian terlebih dahulu dibandingkan dengan calon investor lainnya. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category