-->

Energy

Kasus Mega Proyek PLTU Riau 1 dan Kongkalikong Program 35.000 MW Membuat Citra PLN Jatuh

img title

Petroenergy.id, Jakarta - Sebanyak 35 ribu pekerja PLN di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Serikat Pekerja PLN‎ mengancam akan melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.

Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Jumadis Abda mengatakan, rencana aksi serikat pekerja tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi PLN saat ini sangat mengkhawatirkan dipandang dari berbagai segi pertama kasus korupsi mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau 1.

Menurutnya, kasus suap proyek PLTU Riau 1 yang sedang ditangani Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), dan kongkalikong program 35.000 megawatt (MW) ini membuat ‎citra PLN jatuh di mata masyarakat.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dipandang beberapa sisi, pertama kasus PLTU Riau 1, yang diserahkan swasta‎," kata Jumadis, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Jumadis menambahkan, kekhawatiran berikutnya adalah kondisi keuangan PLN yang mengalami kerugian yang mencapai Rp 18,48 triliun pada kuartal III 2018. Atas kondisi keuangan PLN tersebut, harus ada peninjauan ulang dari sisi penggunaan energi primer, karena menjadi beban pembiayaan terbesar di PLN.

Hal lain berkaitan dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya pembangkit listrik yang masuk dalam program 35 ribu Mega Watt (MW) banyak kejanggalan, terutama dilihat dari sisi pengembangan pembangkit yang dikuasai swasta

Pembangunan pembangkit tersebut, katanya, kebanyakan diserahkan ke swasta, dengan semakin mendominasinya listrik swasta maka pembelian produksi listrik dari pembangkit tersebut akan meningkatkan penggunaan mata uang dollar AS, kemudian berujung terpuruknya rupiah terhadap dolar AS.

Oleh karena itu, salah satu tuntutan SP PLN yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo adalah agar pembangkit ketenagalistrikan dimiliki oleh Negara.

“Bila tidak ada tindaklanjutnya dalam waktu dua bulan ke depan, maka kami pegawai PLN yang tergabung dalam organisasi SP PLN yang terdiri dari 49 DPD SP PLN seluruh Indonesia Sabang sampai Merauke dengan 35 ribu anggotanya terpaksa harus istirahat dulu dari pekerjaan rutinnya. Kami menggunakan hak kami yang dilindungi Undang-Undang melakukan mogok kerja tujuh hari kalender,” kata Jumadis. (Mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category