Profile

Joksis Akan Mediasi Untuk Win-Win Solution

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Nama Djoko Siswanto atau yang lebih dikenal media sebagai "Joksis" ini, mulai banyak dikenal media setelah tergabung dalam Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) yang di pimpin oleh Faisal Basri. Faisal mengajaknya bergabung karena dianggapnya mau mendengarkan masukan dari bebrabagi pihak dan yang tak kalah penting adalah punya cukup "nyali" buat melawan mafia migas.

Kepada PetroEnergy, Djoko mengaku, waktu itu ada suka dukanya ketika bergabung di TRTKM. Dukanya, ia dan keluarganya menyadari berhadapan pada suatu kekuatan besar yang tak suka akan berbagai keputusan perbaikan sektor hulu migas. Sukanya, ia banyak bertemu dengan kalangan akademisi dan berbagai stake holder migas diberbagai kesempatan utamanya di kantor TRTKM Jl Plaju, Jakarta Pusat.

“Kita waktu itu banyak mendengar berbagai masukan termasuk curahan hati mereka. Agak lelah memang waktu itu, namun kami (TRTKM) benar-benar berkomitmen melayani masukan demi perbaikan tata kelola migas”, jelasnya kepada PetroEnergy, 3 November 2016, di Bogor.

Soal kegiatan "melayani" ini, Djoko mengaku komitmen pelaksanaanya sampai pada posisinya sekarang sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan, Kementerian ESDM. Terakhir ini, salah satu yang akan dilayaninya adalah mediasi soal polemik hutang-piutang antara Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Perusahaaan Jasa Migas yang tergabung dalam APMI (Asosiasi Perusahaan Pemboran Migas dan Panas Bumi Indonesia).

"Intinya kalau ada permasalahan kami (Pemerintah) dan SKK Migas siap mediasi agar bisa terselesaikan dengan cepat. Kita cari win-win solutionnya bagaiamana nanti Sebenarnya pelayanan dalam bentuk mediasi ini sudah masuk dalam 5 pilar yang dicanangkan oleh Kementerian ESDM dalam era Presiden Jokowi-JK. Jadi memang sudah tugas kami." tukasnya.

Asal tahu saja, Djoko Siswanto setelah lulus dari Teknik Perminyakan ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 1990, awalnya bekerja pada Ditjen Migas Kementerian ESDM di Direktorat terkait sektor hulu migas. Kemudian tahun 2008 ia tergabung dalam BPH Migas dan terakhir menjabat sebagai Direktur Gas Alam BPH Migas. Akhirnya ia kembali ke Ditjen Migas lagi pada tahun 2015 dengan awalnya menjabat sebagai Direktur Pembinaaan Hulu Migas, Kementerian ESDM.

"Jadi singkatnya, 15 tahun awal pertama saya dibidang hulu migas, kemudian 15 tahun di sektor hilir migas. Dan sekarang saya ke bagian hulu lagi.“ kata pria kelahiran 23 Mei 1965 ini. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category