Business

Jointventure Pertamina-Rosneft, Rachmad Hardadi: Minyak Mentah Kilang Tuban Tidak Harus dari Rusia

img title

Jakarta, petroenergy.id – Jointventure Pertamina-Rosneft dalam membangun Kilang Tuban. Atas kongsi ini pula, Pertamina diberi kesempatan untuk mengelola lading migas di Rusia.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi, menjelaskan, jointventure   ini tidak berarti pasokan menyak mentah untuk Kilang Tuban harus dari Rosneft (Rusia). Namun, bisa saja  dari Negara lain, asalkan dapat memberikan keuntungan.

“Kami buka kesempatan selain minyak dari Rusia, minyak-minyak dari internasional. Yang penting, optimum margin harus sampai,” kata Hardadi di, Jakarta, Rabu (5/10).

Menurutnya, setelah ditandatangani kesepakatan perusahaan patungan (jointventure), Pertamina dan Rosneft akan melakukan studi kelayakan sampai Februari 2017. Bila semua data menunjukkan baik, kata Hardadi, akan berlanjut ke basic engineerig designlalu front end engineering design.

Di situ ada final investment desicion. Jadi state gate untuk itugo atau tidak go. Hati-hati sekali. Tadi malam nego ini sampai pagi jam lima,” ujar Hardadi dikutip katadata edisi Kamis (6/10).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto mengatakan penandatanganan joint venturepembangunan Kilang Tuban merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MOU) yang sudah dibentuk.

Walau begitu, dia membenarkan ada beberapa hal yang masih tertunda. “Tentu melihat bagaimana hasil bankable feasibility studyi  (BSF)-nya. Masalahpricing dan sebagainya,” kata Dwi dalam kesempatan yang sama.

Dalam perusahaan patungan tersebut, kedua korporasi menyepakati komposisi saham masing-masing. Pertamina akan menguasai 55 persen dan Rosneft 45 persen. Namun Dwi belum menjelaskan detail investasi yang dibutuhkan. Awalnya, total investasi pembangunan Kilang Tuban diperkirakan US$ 13 miliar. Saat ini kedua perusahaan tengah fokus menyelesaikan studi kelayakan pendanaan bank (BFS). 

Selain itu, dalam perjanjian tersebut, Pertamina dan Rosneft juga menyepakati agar Pertamina dapat mengelola sedikitnya dua blok migas yang ada di Rusia. Dengan demikian, Dwi mengharapkan, produksi dari kedua blok tersebut dapat menambah produksi minyak Pertamina sebanyak 35.000 barel per hari.

Meski demikian, Dwi belum bisa menjelaskan nilai investasi yang akan dikeluarkan oleh Pertamina untuk menguasai dua blok migas di Rusia tersebut. Yang jelas, Pertamina akan menerima kuasa pengelolaan yang telah berproduksi, bukan masih dalam tahap eksplorasi. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category