Energy

Joint Venture Solusi Polemik Akuisisi PGE Oleh PLN

img title


Jakarta, PetroEnergy.id -- Presiden FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) Noviandri menyatakan apabila kepemilikan (PGE) Pertamina Geothermal Energi dibagi dengan pihak lain maka PGE bukan lagl menjadi Anak perusahaan Perlamina sehingga berpotensi lepasnya 12 WK yang saat ini dikelola oleh PGE sebagalmana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) PP. No. 31 Tahun 2003 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Perlambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) menjadi perusahaan perseroan (Persero).

Bahkan tindakan pengambilalihan tersebut berpotensi menyebabkan persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 2 PP No. 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan Atau Peleburan Badan Usaha Dan pengambilalihan Saham perusahaan Yang Dapat Mengaklbatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Pengambilalihan ini juga bukanlah solusi yang tepat untuk Speed up pemanfaatan energi geothermal," katanya menjawab pertanyaan PetroEnergy 14 September 2016.

Untuk itu, lanjut dia, Joint Venture adalah pilihan yang paling pas dikaitkan pengembangan PGE dan PLN. Sebab ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Keuntungannya, WK Panasbumi bisa di ekspansi untuk bisa disinergikan untuk investasi antara PLN dan Pertamina. Daripada WK-WK Panasbumi yang statusnya hanya mangkrak tanpa progress yang berarti, maka lebih baik dikelola oleh Joint Venture PGE dan PLN .

"Silahkan dibentuk anak perusahaan PGE atau PLN nanti seperti apa terserah. JV ini kan bisa mencontoh sistem di hulu migas. Jadi mudah saja sebenarnya. Yang penting roh nya saling mensinergikan BUMN," tegasnya.

"Bisa dibiliang Joint Venture ini solusi dan jalan tengah dari polemik akusisi ini," tandasnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category