Global

Ini Dia 5 Kesepakatan OPEC Hasil Pertemuan Wina

img title

Jakarta, petroenergy.id-- Dalam siaran tertulis OPEC (Organisation Petroleum Exporting Countries) beberapa hari lalu sebagai hasil dari pertemuan tahunan‎ di Wina, Austria. Para Negara-negara OPEC akhirnya menyepakati lima komitmen. Diantaranya adalah; yang pertama, dalam kesepakatan Algeria, telah diputuskan untuk mengurangi produksi sekitar 1,2 juta barel per hari agar membawanya pada plafon 32,5 juta barel per hari. Keputusan ini berlaku efektif 1 Januari 2016. Kemudian yang kedua perjanjian tersebut dilakukan selama enam bulan. Diperpanjang selama enam bulan untuk memperhitungkan kondisi pasar kedepannya. Ketiga, perjanjian ini dilakukan tanpa mengurangi perjanjian di masa depan.

Keempat, terdapat komite pemantau terdiri dari Aljazair, Kuwait, dan Venezuela. Adapun dua negara non-OPEC akan dipimpin oleh Kuwait dibantu dengan sekretariat OPEC. OPEC akan memonitor pelaksanaan perjanjian dan melaporkan ke konferensi. Dan terakhir yang kelima, perjanjian ini akan tercapai melalui konsultasi yang ekstensif dan pemahaman pencapaian bersama negara non-OPEC, seperti Rusia yang berkontribusi menurunkan produksi 600 ribu barel per hari.

OPEC juga menegaskan komitmennya untuk terus menstabilkan pasar bersama produsen dan konsumen. Pemulihan keseimbangan pasar minyak dapat diatasi melalui dialog kerja sama antara negara produsen. Sebab OPEC menyadari kondisi pasar minyak global tengah mengalami ketidakseimbangan dan tekanan volatilitas dari sisi penawaran, akibat menurunnya harga minyak dunia. ‎Hal ini yang menyebabkan pemotongan investasi signifikan dalam industri minyak yang kemudian memberikan dampak langsung ke penurunan alami produksi reservoar dan terjaminnya keamanan pasokan minyak produsen.

Menurut OPEC, kondisi pasar saat ini kontraproduktif serta merusak produsen dan konsumen menjadi ancaman perekonomian bagi negara produsen. Termasuk menghambat investasi industri, dan membahayakan keamanan energi dalam memenuhi permintaan energi dunia. Untuk itu, terdapat landasan kuat dan umum bahwa upaya kolaborasi terus dilakukan antara produsen baik di dalam maupun di luar OPEC. Upaya ini dipercaya akan melengkapi pasar dalam memulihkan permintaan minyak dan menjaga keseimbangan global.

Disisi lain, OPEC sepakat mengurangi produksi minyak pertama sejak 2008 setelah pemimpin de-facto Arab Saudi menerima "hit besar" dan menjatuhkan permintaan Iran yang akhirnya juga ikut memangkas produksi. Kesepakatan itu juga termasuk tindakan terkoordinasi pertama OPEC dengan anggota non-OPEC Rusia dalam 15 tahun terakhir. (adi)

 

 

 

 
ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category