Investment

Infrastruktur Energi Untuk Indonesia Timur

img title

 

Jakarta, petroenergy.id -- Pertumbuhan energi di bagian Indonesia Timur memerlukan infrastruktur yang cukup besar. Padahal wilayah Indonesia Timur memiliki cadangan gas yang cukup besar, yang tersebar di tiga wilayah, yaitu; Blok Tangguh, Blok Kasuari dan Blok Masela. Artinya, menggerakkan sektor migas untuk memproduksi gas bakal menjadi katalis untuk menggerakkan pertumbuhan ekonominya.

Tutuka Ariadji, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Perminyakan (IATMI) yang juga guru besar  Institut Teknologi  Bandung (ITB) di acara konfrensi pers IPA (Indonesia Petroleum Association di Jakarta, (28/4) mengatakan; “Potensi migas kita berada di wilayah timur Indonesia, dan memiliki potensi yang besar untuk pembangunan Indonesia bagian timur. Saya kira hal ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja.”

Ditambahkannya, untuk mendukung itu, infrastruktur migas mutlak dibutuhkan. Mau tak mau Pemerintah harus memikirkan dan menyediakan bagaimana inftrastrukturnya tersedia. "Mulai dari pelabuhan, transportasi sampai pipanisasinya," imbuhnya,

Menjawab hal ini, Ditjen Migas Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), IGN Wiraatmaja menyatakan, untuk menyiapkan infrastruktur migas di Indonesia bagian timur, Pemerintah sedang menyiapkan skema distribusi gas dengan cara virtual pipeline untuk laut karena jika memakai jaringan pipa gas bawah laut akan sangat mahal investasinya.

Sistem ini bisa pakai sistem mill run dan second hub pipeline didukung dengan kapal FRU, FSU, FSRU dan LNG vessel."Ini adalah program infrastruktur terintegarasi agar kebutuhan gas untuk listrik bagi industri, smelter dan rumah tangga tidak jalan sendiri-sendiri. Skema ini bisa melakukan banyak efisiensi karena  terintegrasi," kata dia belum lama ini di acara di Jakarta.

Nantinya ada empat lokasi yaitu; satu di Natuna untuk Indonesia Barat dan tiga cluster untuk Indonesia Timur diantaranya ; Cluster Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.  Cluster ini, lanjut Wirat, disiapkan bagi investor sebab ke empat cluster tersebut berada dilaut dalam sehingga Pemerintah harus membuka peluang bagi swasta. Pemerintah yang menjamin alokasi gas untuk digunakan di cluster tersebut," tambahnya.

"Cluster ini akan dilelang silahkan investor membentuk konsorsium  bekerjasama dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) nanti," katanya.

Wirat menjelaskan, keempat Cluster Virtual Pipeline ini diantaranya akan dialokasikan gas sebesar;Cluster I     Pembangkit; 138 MMSCFD (630 MW), Rumah Tangga; 1 MMSCFD. Cluster II  : Pembangkit; 130 MMSCFD (875 MW), Smelter; 100 MMSCFD, Rumah Tangga; 1 MMSCFD, Industri ; 55 MMSCFD. Cluster III : Pembangkit; 183 MMSCFD (1750 MW), Smelter; 100 MMSCFD, Rumah Tangga; 1 MMSCFD. Cluster IV: Pembangkit : 49 MMSCFD, (495 MW) dan Rumah Tangga  MMSCFD.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category